Sabtu, 27 Juli 2024

Si Pahit Daun Pepaya

05.40 0 Comments

Pohon pepaya adalah tanaman tropis yang mudah sekali tumbuh dimana saja, pohon pepaya memiliki buah berwarna jingga dengan rasa yang manis dan enak. Sedangkan daunnya dikenal karena rasanya yang pahit tapi enak, Di balik rasanya yang pahit, daun pepaya menyimpan berbagai manfaat bagi tubuh secara keseluruhan, mulai dari mengontrol kadar gula darah, mengatasi sembelit, bahkan mencegah munculnya jerawat.


Dalam 100 gram daun pepaya mengandung sejumlah nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Energi: 87 kkal, air: 75,4 g, karbohidrat total: 11,9 g, protein: 8 g, lemak total: 2 g, serat pangan: 1,5 g, kalium: 926,6 mg, kalsium: 353 mg, vitamin C: 140 mg, fosfor: 63 mg, natrium: 4 mg, vitamin B3: 1,8 mg, seng: 1,5 mg, besi: 0,8 mg, vitamin B2: 0,5 mg, vitamin B1: 0,15 mg, beta karoten: 5409 mcg, tembaga: 200 mcg. Daun pepaya juga mengandung carposide yang dapat berfungsi sebagai obat cacing. Daun pepaya mengandung zat papain yang tinggi sehingga menjadikan rasanya pahit, namun zat ini justru bersifat stomakik yaitu dapat meningkatkan nafsu makan.

 

Daun pepaya dapat dikonsumsi dengan melalui beberapa cara diantaranya adalah dengan direbus dan diminum airnya, di makan mentah (sebagai lalapan), dibuat minuman jus, atau dapat juga dengan cara ditumis atau dimasak bersama sayuran lain.

 

Rasa pahit pada daun pepaya dapat dihilangkan dengan cara merebus daun pepaya bersama dengan garam, daun jambu klutuk/jambu biji atau asam jawa. Daun pepaya dapat diolah menjadi tumis daun pepaya, daun yang baik untuk ditumis adalah yang berasal dari pohon jantan.  Di Jawa Barat, hampir semua hidangan disajikan dengan lalapan. Pucuk daun pepaya merupakan salah satu pilihan lalapan di Jawa Barat. Di Daerah Istimewa Yogyakarta dikenal makanan bercita rasa gurih sedikit pedas yang bernama buntil. yaitu sayur yang terbuat dari daun pepaya muda yang digulung dan didalamnya berisi parutan kelapa dengan tambahan ikan, udang dan bumbu-bumbu yang lain. Dari Indonesia timur tepatnya pada daerah Maluku, terdapat makanan khas yaitu tumis bunga pepaya, di dalam masakan ini bunga pepaya ditumis bersama daun pepaya dan ikan asin/teri goreng dan disajikan dengan singkong rebus. Tak jauh dari Maluku, di Sulawesi Timur daun pepaya diolah bersama bunga pepaya, daun kemangi, daun melinjo dan ikan cakalang menjadi garo bunga pepaya.

 

Mengkonsumsi daun pepaya dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Salah satu manfaat daun pepaya diantaranya adalah :

1.     Sebagai obat untuk mengatasi demam berdarah dengue (DBD).

Saat mengalami DBD, trombosit dapat berkurang dan menyebabkan beberapa gejala. Selain itu, DBD juga dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan yang dapat menyebabkan kematian jika dibiarkan. Mengonsumsi ekstrak daun pepaya dapat meningkatkan jumlah trombosit dalam darah, sehingga mampu meringankan beberapa keluhan yang terjadi saat DBD. Manfaat daun pepaya untuk penderita DBD ini diperoleh dari kandungan carpaine yang bermanfaat untuk membantu meningkatkan jumlah trombosit. Selain itu, beberapa senyawa dalam ekstrak daun pepaya juga bersifat antivirus yang dipercaya bermanfaat untuk melawan virus penyebab DBD. Bahkan banyak di beberapa negara yang menggunakan jus daunnya sebagai profilaksis untuk mencegah malaria di daerah yang endemis, maka secara tidak langsung daun pepaya juga dapat dijadikan sebagi obat anti malaria.

 

2.     Daun pepaya kaya akan antioksidan, yaitu zat yang dapat melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan peradangan dan penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung. Antioksidan ini bekerja dengan cara menetralisir radikal bebas dan mencegahnya merusak sel-sel tubuh. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dan menginduksi kematian sel kanker. Misalnya pada sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal “BMC Complementary and Alternative Medicine” menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya dapat menghambat pertumbuhan sel kanker payudara. Selain itu, daun pepaya juga mengandung senyawa lain yang memiliki aktivitas antikanker, seperti papain dan chymopapain. Papain adalah enzim yang dapat memecah protein, termasuk protein yang dibutuhkan oleh sel kanker untuk tumbuh dan berkembang. Chymopapain adalah enzim yang dapat menginduksi kematian sel kanker.

 

3.     Daun pepaya juga memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan di dalam tubuh. Peradangan merupakan respons alami tubuh terhadap cedera atau infeksi, tetapi peradangan kronis dapat menyebabkan berbagai penyakit. Sifat anti-inflamasi daun pepaya dapat membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan yang disebabkan oleh peradangan. Daun pepaya dapat digunakan untuk mengobati berbagai kondisi yang berhubungan dengan peradangan, seperti radang sendi, sakit punggung, dan nyeri otot.

 

4.     Daun pepaya mengandung serat yang dapat membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam darah, sehingga dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Mengonsumsi daun pepaya secara teratur dapat membantu penderita diabetes tipe 2 untuk mengontrol kadar gula darah mereka dan mengurangi risiko komplikasi yang terkait dengan diabetes, seperti penyakit jantung, stroke, dan kerusakan ginjal. Selain itu serat pada daun pepaya dipercaya juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Kolesterol yang tinggi adalah salah satu pemicu terjadinya penyakit jantung.

 

Risiko alergi terhadap daun pepaya mungkin saja bisa terjadi pada siapa saja, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan. Namun sebenranya, kasus seperti ini adalah termasuk suatu kemungkinan yang sangat jarang sekali terjadi. Meskipun demikian, sebaiknya tetap menjadi suatu hal yang harus kita perhatikan, dan alangkah baiknya jika dikonsumsi tidak dengan cara berlebihan dan berturut – turut. Jika mengkonsumsi secara berlebih, daun pepaya dapat menimbulkan efek samping berupa mual dan muntah hingga sakit maag.

 

Sumber :

https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/manfaat-daun-pepaya

 

 

Kamis, 25 Juli 2024

Daun Kelor Bergizi Sempurna

03.23 0 Comments

Memasuki bulan kemarau siang hari cuaca terik panas, angin berhembus lumayan kencang, namun ketika menjelang malam hawa dingin merasuk hingga menusuk tulang. Cuaca terik di siang hari sangat pas jika kita menyantap makanan berkuah segar seperti misalnya dengan menikmati sayur bening daun kelor selain segar tentu saja menu makanan yang satu ini sangat enak dan kaya akan manfaat. Daun kelor adalah tumbuhan berkayu yang mudah ditemukan disekitar pekarangan rumah bahkan tak jarang biasanya ditanam sebagai tanaman pagar. Pastinya sudah banyak dari kita yang mendengar dengan istilah “Dunia tak selebar daun kelor” ya benar, meskipun daun kelor berdaun kecil tapi siapa sangka jika si kecil daun kelor mengandung berbagai macam kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Masyaallah

 


Menurut sumber yang saya baca, Kelor (Moringa oleifera Lam) adalah sejenis tanaman obat lokal yang berasal dari India dan ternyata sudah tidak asing lagi di negara tropis dan subtropis. Terdapat banyak istilah atau penyebutan pada tanaman ini di berbagai wilayah di Indonesia, diantaranya adalah kelor (Jawa, Sunda, Bali, Lampung), maronggih (Madura), moltong (Flores), keloro (Bugis), ongge (Bima), murong atau barunggai (Sumatera) dan hau fo (Timur).


Daun kelor atau Moringa oleifera mengandung senyawa fitokimia seperti flavonoid dan polifenol yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Fitokimia yaitu senyawa tanaman yang memiliki sifat anti-inflamasi dan antibakteri. Fitokimia ini membantu melindungi tubuh dari infeksi dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Antioksidan ini membantu melindungi tubuh dari radikal bebas berbahaya, yang dapat menyebabkan stres oksidatif dan kerusakan sel. Kemudian, sifat anti inflamasi dari daun kelor dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh, dan meredakan gejala dari berbagai kondisi peradangan.

 

Daun kelor juga dikenal dapat membantu menurunkan kadar kolesterol, ternyata pada daun kelor terdapat beberapa senyawa yang ternyata bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol pada tubuh manusia, diantaranya yaitu:

  • Serat larut: Serat larut dapat mengikat kolesterol dalam usus dan membawanya keluar dari tubuh.
  • Fitosterol: Fitosterol adalah senyawa tanaman yang strukturnya mirip dengan kolesterol. Fitosterol dapat bersaing dengan kolesterol di usus dan mencegahnya diserap ke dalam aliran darah.
  • Antioksidan: Antioksidan dapat membantu melindungi kolesterol LDL (kolesterol jahat) dari oksidasi. Oksidasi LDL dapat menyebabkan peradangan dan penumpukan plak di arteri.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi daun kelor atau ekstraknya dapat membantu menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL, serta meningkatkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik).

 

Selain dikenal dapat menurunkan kadar kolesterol, daun kelor juga dikenal dapat membantu mengontrol kadar gula dalam darah. Kadar gula darah yang terkontrol sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan. Gula darah yang tinggi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit jantung, stroke, dan kerusakan ginjal. Pada daun kelor mengandung beberapa senyawa yang dapat membantu mengontrol gula darah, antara lain yaitu Serat larut dan Chromium. Serat larut dapat memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah, sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Sedangkan chromium adalah mineral yang membantu meningkatkan sensitivitas insulin. Insulin adalah hormon yang membantu gula masuk ke dalam sel.


Daun kelor juga memiliki kandungan vitamin dan mineral yang sangat kaya, sehingga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Vitamin dan mineral merupakan zat gizi penting yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi, seperti menjaga kesehatan tulang, gigi, otot, dan saraf.

Dan berikut ini adalah beberapa vitamin dan mineral penting yang terkandung dalam daun kelor antara lain:

  • Vitamin A: Berperan penting untuk kesehatan mata, kulit, dan sistem kekebalan tubuh.
  • Vitamin C: Daun kelor mengandung vitamin C yang tinggi, yaitu antioksidan kuat yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan. Vitamin C juga berperan penting dalam produksi sel darah putih, yang merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh.
  • Kalsium: Penting untuk kesehatan tulang dan gigi.
  • Zat besi: Dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah.
  • Kalium: Berperan dalam mengatur tekanan darah dan kesehatan jantung.

 

Kandungan nutrisi yang kaya dalam daun kelor telah didukung oleh berbagai penelitian ilmiah dan studi kasus. Studi-studi ini telah meneliti manfaat daun kelor untuk kesehatan, termasuk kemampuannya untuk meningkatkan daya tahan tubuh, melancarkan pencernaan, menurunkan kolesterol, mengontrol gula darah, dan mencegah penyakit kronis.

 

Salah satu studi yang signifikan adalah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Ethnopharmacology pada tahun 2014. Studi ini menemukan bahwa ekstrak daun kelor dapat membantu menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL (kolesterol jahat) pada penderita hiperkolesterolemia. Studi lain yang diterbitkan dalam Journal of Food Science pada tahun 2018 menunjukkan bahwa konsumsi daun kelor dapat meningkatkan kadar antioksidan dalam darah dan melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

 

Meskipun penelitian tentang manfaat daun kelor masih terus berkembang, namun bukti-bukti ilmiah yang ada saat ini menunjukkan bahwa daun kelor memiliki potensi sebagai bahan makanan yang sehat dan bermanfaat bagi kesehatan.

 

Maka dengan mengonsumsi daun kelor secara teratur diharapkan kita dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan secara keseluruhan, membantu menurunkan kadar kolesterol dan menjaga kesehatan jantung serta pembuluh darah, mengontrol kadar gula dalam darah, melancarkan pencernaan dan menjaga kesehatan saluran pencernaan kita.

Namun hal yang perlu diingat meskipun daun kelor memiliki banyak manfaat, penting untuk mengonsumsinya dalam jumlah yang cukup dan sebagai bagian dari pola makan yang sehat saja. Karena tetap sesuatu hal yang berlebihan juga tidaklah membawa kebaikan bagi tubuh.

 

Olahan yang mudah untuk kita bisa menikmati daun kelor dengan enak dan lezat adalah dengan membuatnya menjadi masakan sayur bening. Dan berikut ini adalah cara membuatnya.

Bahan :

1.     Daun Kelor

2.     Jagung manis

3.     Wortel

Bumbu :

1.     Irisan bawang merah

2.     Irisan Bawang putih

3.     Kencur di geprek

4.     Garam dan kaldu secukupnya.

Cara Membuatnya :

1.     Didihkan air, masukkan bawang putih, bawang merah, dan kencur.

2.     Masukkan wortel masak hingga setengah matang. Masukkan jagung pipil, aduk. Masak hingga jagung hampir matang.

3.     Masukkan daun kelor, garam, Kaldu, aduk. Dan kemudian sajikan. Nikmati dengan nasi hangat dan tempe / tahu bacem. Nikmat sekali masyaallah

 



Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Kelor

https://fkm.unair.ac.id/yuk-pahami-manfaat-dari-tanaman-moringa-oleifera-kelor-2/