Pohon pepaya adalah tanaman tropis yang mudah sekali tumbuh dimana saja, pohon pepaya memiliki buah berwarna jingga dengan rasa yang manis dan enak. Sedangkan daunnya dikenal karena rasanya yang pahit tapi enak, Di balik rasanya yang pahit, daun pepaya menyimpan berbagai manfaat bagi tubuh secara keseluruhan, mulai dari mengontrol kadar gula darah, mengatasi sembelit, bahkan mencegah munculnya jerawat.
Dalam 100 gram daun pepaya mengandung sejumlah nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Energi: 87 kkal, air: 75,4 g, karbohidrat total: 11,9 g, protein: 8 g, lemak total: 2 g, serat pangan: 1,5 g, kalium: 926,6 mg, kalsium: 353 mg, vitamin C: 140 mg, fosfor: 63 mg, natrium: 4 mg, vitamin B3: 1,8 mg, seng: 1,5 mg, besi: 0,8 mg, vitamin B2: 0,5 mg, vitamin B1: 0,15 mg, beta karoten: 5409 mcg, tembaga: 200 mcg. Daun pepaya juga mengandung carposide yang dapat berfungsi sebagai obat cacing. Daun pepaya mengandung zat papain yang tinggi sehingga menjadikan rasanya pahit, namun zat ini justru bersifat stomakik yaitu dapat meningkatkan nafsu makan.
Daun pepaya dapat dikonsumsi dengan melalui beberapa cara diantaranya adalah dengan direbus dan diminum airnya, di makan mentah (sebagai lalapan), dibuat minuman jus, atau dapat juga dengan cara ditumis atau dimasak bersama sayuran lain.
Rasa pahit pada daun pepaya dapat dihilangkan dengan cara merebus daun pepaya bersama dengan garam, daun jambu klutuk/jambu biji atau asam jawa. Daun pepaya dapat diolah menjadi tumis daun pepaya, daun yang baik untuk ditumis adalah yang berasal dari pohon jantan. Di Jawa Barat, hampir semua hidangan disajikan dengan lalapan. Pucuk daun pepaya merupakan salah satu pilihan lalapan di Jawa Barat. Di Daerah Istimewa Yogyakarta dikenal makanan bercita rasa gurih sedikit pedas yang bernama buntil. yaitu sayur yang terbuat dari daun pepaya muda yang digulung dan didalamnya berisi parutan kelapa dengan tambahan ikan, udang dan bumbu-bumbu yang lain. Dari Indonesia timur tepatnya pada daerah Maluku, terdapat makanan khas yaitu tumis bunga pepaya, di dalam masakan ini bunga pepaya ditumis bersama daun pepaya dan ikan asin/teri goreng dan disajikan dengan singkong rebus. Tak jauh dari Maluku, di Sulawesi Timur daun pepaya diolah bersama bunga pepaya, daun kemangi, daun melinjo dan ikan cakalang menjadi garo bunga pepaya.
Mengkonsumsi daun pepaya dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Salah satu manfaat daun pepaya diantaranya adalah :
1. Sebagai obat untuk mengatasi demam berdarah dengue (DBD).
Saat mengalami DBD, trombosit dapat berkurang dan menyebabkan beberapa gejala. Selain itu, DBD juga dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan yang dapat menyebabkan kematian jika dibiarkan. Mengonsumsi ekstrak daun pepaya dapat meningkatkan jumlah trombosit dalam darah, sehingga mampu meringankan beberapa keluhan yang terjadi saat DBD. Manfaat daun pepaya untuk penderita DBD ini diperoleh dari kandungan carpaine yang bermanfaat untuk membantu meningkatkan jumlah trombosit. Selain itu, beberapa senyawa dalam ekstrak daun pepaya juga bersifat antivirus yang dipercaya bermanfaat untuk melawan virus penyebab DBD. Bahkan banyak di beberapa negara yang menggunakan jus daunnya sebagai profilaksis untuk mencegah malaria di daerah yang endemis, maka secara tidak langsung daun pepaya juga dapat dijadikan sebagi obat anti malaria.
2. Daun pepaya kaya akan antioksidan, yaitu zat yang dapat melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan peradangan dan penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung. Antioksidan ini bekerja dengan cara menetralisir radikal bebas dan mencegahnya merusak sel-sel tubuh. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dan menginduksi kematian sel kanker. Misalnya pada sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal “BMC Complementary and Alternative Medicine” menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya dapat menghambat pertumbuhan sel kanker payudara. Selain itu, daun pepaya juga mengandung senyawa lain yang memiliki aktivitas antikanker, seperti papain dan chymopapain. Papain adalah enzim yang dapat memecah protein, termasuk protein yang dibutuhkan oleh sel kanker untuk tumbuh dan berkembang. Chymopapain adalah enzim yang dapat menginduksi kematian sel kanker.
3. Daun pepaya juga memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan di dalam tubuh. Peradangan merupakan respons alami tubuh terhadap cedera atau infeksi, tetapi peradangan kronis dapat menyebabkan berbagai penyakit. Sifat anti-inflamasi daun pepaya dapat membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan yang disebabkan oleh peradangan. Daun pepaya dapat digunakan untuk mengobati berbagai kondisi yang berhubungan dengan peradangan, seperti radang sendi, sakit punggung, dan nyeri otot.
4. Daun pepaya mengandung serat yang dapat membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam darah, sehingga dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Mengonsumsi daun pepaya secara teratur dapat membantu penderita diabetes tipe 2 untuk mengontrol kadar gula darah mereka dan mengurangi risiko komplikasi yang terkait dengan diabetes, seperti penyakit jantung, stroke, dan kerusakan ginjal. Selain itu serat pada daun pepaya dipercaya juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Kolesterol yang tinggi adalah salah satu pemicu terjadinya penyakit jantung.
Risiko alergi terhadap daun pepaya mungkin saja bisa terjadi pada siapa saja, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan. Namun sebenranya, kasus seperti ini adalah termasuk suatu kemungkinan yang sangat jarang sekali terjadi. Meskipun demikian, sebaiknya tetap menjadi suatu hal yang harus kita perhatikan, dan alangkah baiknya jika dikonsumsi tidak dengan cara berlebihan dan berturut – turut. Jika mengkonsumsi secara berlebih, daun pepaya dapat menimbulkan efek samping berupa mual dan muntah hingga sakit maag.
Sumber :
https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/manfaat-daun-pepaya


