SELF AWARENESS
(Mengenal diriku, Mempengaruhi Cara Pengasuhanku)
(Kelas Bunda Sayang #9)
Oleh Nugraheni Ariati, M.Psi (Mbak Nunik)
Hari ini memasuki hari ke 8 untuk diriku mengenali diriku sendiri. Untuk apa sih kita mengenali diri sendiri? Ternyata mengenali diri sendiri itu sangat penting loh! Lucu rasanya jika kita mengenal baik sifat dan karakter orang lain tapi malah kepada diri sendiri kita tidak kenal. Maka dari itu tantangan di hari ke 8 bertujuan supaya saya mampu melatih diri melihat emosi dengan melakukan filter pada diri sendiri baik tentang (keyakinan, pengalaman masa lalu, sikap, nilai dan ekspektasi) serta persepsi (asumsi, perasaan dan dialog internal).
Hari ini adalah hari Kamis tanggal 13 juni 2024, tepat di tanggal ini aku dulu lahir. Hari ini adalah hari ulang tahunku. Tadi pagi sehabis solat subuh berjamaah seperti biasa sebelum memulai beraktifitas aku melakukan body scanning terlebih dahulu di ruangan sholat, aku duduk bersila, ku nyalakan oil aromatherapy, kali ini aku memakai peppermint dan rosemary. Ku hirup perlahan wewangin yang memenuhi ruangan, perlahan ku rasakan ketenangan di hati dan fikiranku menjadi rileks. Meskipun kepalaku masih sedikit terasa sakit (semalam aku cek kolsterol mandiri dan ternyata koleterolku naik. Pantas saj asakit kepala ini sudah 3 hari tidak kunjung hilang) tapi meskipun masih ada sedikit sakit kepala, tapi selalu aku siap untuk menjalani hari, karena aku sangat menyukai aktifitas harianku sebagai ibu rumah tangga, dan aku sangat mensyukurinya. Namun ditengah aku melakukan rileksasi, ada hal yang tidak aku sangka, anak sulung dan suamiku ternyata memberikan aku sebuah kejutan, mereka memberikan kue dan sebuah bingkisan kado. Betapa kaget sekaligus bahagia nya aku melihat kejutan dari mereka. Hatiku dipenuhi rasa bahagia sekaligus syukur yang tiada henti karena aku memiliki mereka (suami dan anak – anak). Setelah pesta kejutan selesai, kami pun memulai aktifitas kami seperti biasa, suamiku dan anak – anak bersiap untuk bekerja dan sekolah, sedangkan aku memasak mempersiapkan sarapan dan bekal sekolah anak – anak. Meskipun hari ini adalah hari ulang tahunku tak membuat aku berleha - leha dengan tidak mengerjakan pekerjaan rumah yang bejibun banyaknya. Aku justru memanfaatkan energi dan semangat ini untuk menyelesaikan pekerjaan rumah dengan lebih cepat.
Akibat kolesterol naik, kepalaku rasanya sakit sampai 3 hari berturut – turut, beberapa hari meminum obat pereda nyeri aku kira karena masuk angin atau kurang tidur. Sampai semalam suami akhirnya menyarankan aku untuk cek kolesterol. Dan ternyata benar saja hasil nya kolesterolku ternyata lumayan tinggi. Setelah selesai melakukan aktifitas harian. aku pun berencana untuk beristirahat sejenak sambil menunggu anak – anak pulang dari sekolah. Namun bukannya istrirahat dengan fikiran yang tenang. Aku malah main handphone.a saat membuka Handphone ada rasa haru karena ternyata ada banyak sekali ucapan ulangtahun, baik itu dari teman maupun dari keluarga, membaca ucapan selamat ulang tahun dikala badan sedang tidak sehat membuat aku sangat terharu. Kemudian tanpa disadari tiba – tiba timbullah fikiran yang mengganggu di dalam otakku. Aku jadi berfikir tentang kematian, aku takut meninggalkan anak – anak yang masih kecil dan masih sangat membutuhkanku. Dan ketika fikiran itu mengganggu, iseng aku mengirim sebuah pesan kepada suami yang sedang bekerja di kantor. Dengan segera suami ku memberikan sebuah pesan balasan yang bisa mendamaikanku, katanya “Semalam kan sudah minum obat, insyaallah nanti sehat. Sabar ya buk, istighfar ya. Sebentar lagi aku pulang ya. Jangan mikir aneh – aneh. Kamu sehat, kita tua sama – sama ya.” Membaca pesannya, hatiku tenang dan aku menjawab “iya yah, aamiin, fii amanilah ya.” Alhamdulillah waktu anak – anak pulang sekolah sakit kepala yang aku rasakan sudah jauh berkurang, mungkin karena efek minum obat dan istirahat. Hari ini juga anak – anak masyaallah alhamdulillah sangat kooperatif. Si sulung pulang sekolah tidak pakai drama, cuci kaki, ganti baju kemudian solat berjamaah dzuhur di masjid tanpa disuruh, setelah pulang dari masjid lanjut makan siang dengan lahap. Hanya ada sedikit drama dari si kecil. Pulang sekolah si adek agak sedikit rewel, tapi setelah aku tanyakan padanya, ternyata si adek pengen permen milik temannya tapi adek nggak berani bilang sama temannya. Sambil aku peluk adek, aku katakan padanya, “adek, ibu nggak tahu permen teman adek seperti apa, lain kali kalo adek pengen punya teman adek bilang ke teman adek ya.” Anakku diam. Kemudian aku katakan kembali padanya, “adek bilang gini, teman boleh nggak aku minta permenmu. Aku punya donat dan biskuit. Kamu boleh ambil punyaku. Gitu ya.” Alhamdulillah anakku mengangguk pertanda dia mengerti dan mulai menerima penjelasanku. Setelah itu adek kembali ceria dan ikut menyusul makan siang bersama kakak. Setelah makan siang kemudian minum susu dan lanjut tidur siang bersama. Setiap kali melihat anak – anak tidur rasa syukur ku selalu tak terhingga kepada yang maha kuasa, aku bersyukur memiliki mereka. Tanpa mereka aku tak mungkin memiliki panggilan “ibu”.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar