Minggu, 23 Juni 2024

# kesehatan # kolesterol

Faktor Penyebab Kolesterol Naik

Sudah beberapa hari aku merasakan sakit pada bagian kepala. Rasa sakit nya terletak dibagian belakang kepala. Awalnya aku hanya mengira ini adalah karena aku yang kurang istirahat. Dan sungguh tidak terduga ketika di cek kolesterol hasilnya sungguh sangat mencengangkan, kolesterolku naik cukup tajam 245 mg/dl. Betapa terkejutnya aku, seketika fikiranku mengingat – ingat kembali makanan apa saja yang sudah aku konsumsi dalam beberapa hari terakhir ini. Kemudian aku mencari tahu ke beberapa sumber penyebab terjadinya kenaikan kolesterol pada wanita. 

 

Meningkatnya kadar kolesterol jahat (LDL) dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari asupan makanan hingga gaya hidup. Berikut penjelasan lengkapnya :

 

1. Mengonsumsi Makanan Berlemak dan Minum Manis

Makanan berlemak dan minuman manis dapat meningkatkan kadar kolesterol apabila dikonsumsi secara berlebihan. Pasalnya, kelebihan lemak jenuh atau lemak jahat di dalam tubuh dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Di mana, jika hal ini dibiarkan, dapat menimbulkan gangguan kesehatan, salah satunya adalah penyakit jantung. Pola makan tinggi lemak, gula, dan garam; seperti gorengan, kue, es krim, makanan cepat saji, daging merah, atau kuning telur, secara berlebihan. Contoh makanan yang dapat memicu kolesterol tinggi karena mengandung lemak jenuh adalah gorengan, es krim, udang, keju, jeroan, daging olahan, kulit ayam, dan lain-lain. Selain mengonsumsi makanan berlemak, sering mengonsumsi minuman atau makanan manis juga bisa menjadi penyebab kolesterol naik. Beberapa jenis minuman manis yang cukup populer di kalangan masyarakat, seperti soda dan bubble tea diketahui dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida dalam tubuh.

 

2. Usia bertambah

Penyebab kolesterol tinggi tidak selalu karena makanan, tetapi bisa juga karena pertambahan usia. Pasalnya, orang yang berusia di atas 45 tahun lebih berisiko mengalami kolesterol tinggi. Hal ini terjadi karena fungsi dan metabolisme tubuh yang menurun seiring berjalannya waktu. Jadi, tidak heran jika kolesterol tinggi sering dikatakan sebagai penyakit orang tua. Namun, jangan salah, kini kolesterol tinggi pun juga banyak diderita oleh anak muda. Oleh karenanya, penting untuk menjaga kadar kolesterol normal sejak dini.

 

3. Sedentary Lifestyle

Sedentary lifestyle adalah gaya hidup yang memiliki kontribusi besar dalam meningkatnya kadar kolesterol dalam tubuh. Gaya hidup tidak sehat merupakan penyebab paling umum tingginya kadar kolesterol dalam tubuh. Beberapa contoh gaya hidup tidak sehat yaitu, merokok, jarang berolahraga atau melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan, mengonsumsi makanan tinggi kolesterol dan lemak jenuh, seperti gorengan, susu full cream, kulit ayam, dan jeroan yang terakhir adalah jika mengalami stress atau tekanan. Pasalnya, orang yang banyak menghabiskan waktunya dengan duduk di depan layar laptop atau komputer memiliki kadar kolesterol jahat yang lebih tinggi. Ketika tubuh kurang aktif bergerak, maka lemak akan menumpuk dan mengendap di dalam tubuh, sehingga akhirnya memicu berbagai masalah kesehatan seperti obesitas. Jadi, biasakan untuk aktif bergerak untuk membantu membakar lemak jahat.  

 

4. Faktor Genetik

Jika sudah menerapkan pola hidup sehat namun tetap memiliki kadar kolesterol tinggi, bisa jadi hal tersebut berkaitan dengan faktor genetik. Kondisi ini disebut juga dengan familial hypercholesterolemia. Masalah genetik ini dipicu oleh kerusakan pada kromosom nomor 19. Mutasi gen tersebut menyebabkan tubuh sulit mengelola kolesterol jahat (LDL), bahkan bisa meningkatkan kadarnya di dalam darah. Namun, bukan berarti kondisi ini tidak dapat diatasi. Pengobatan familial hypercholesterolemia sama dengan pengobatan kolesterol tinggi pada umumnya. Selain beberapa faktor di atas, seseorang yang berusia 40 tahun ke atas juga lebih berisiko menderita kolesterol. Hal ini terjadi karena seiring bertambahnya usia, hati menjadi kurang mampu membuang kolesterol jahat (LDL).

 

5. Memiliki Kebiasaan Minum Alkohol

Minuman beralkohol dapat menjadi penyebab kolesterol tinggi karena berpotensi menghambat kinerja organ hati. Pasalnya, organ hati berperan penting dalam proses pemecahan kolesterol di dalam tubuh. Perlu diketahui bahwa proses pemecahan alkohol di dalam hati akan menghasilkan kolesterol dan trigliserida. Nantinya, kedua lemak tersebut akan dipecah oleh hati. Namun, jika jumlah lemak yang perlu dipecahkan tinggi, kinerja hati pun akan melambat dan memerlukan waktu yang lebih lama untuk memprosesnya sehingga akhirnya terjadi penumpukan lemak.

 

6. Mengalami Stres

Selain dari segi fisik, masalah mental seperti stres juga menjadi salah satu penyebab kolesterol meningkat. Ketika stres, seseorang bisa melakukan berbagai hal untuk meningkatkan suasana hati, salah satunya dengan mengonsumsi makanan berlemak (stress eating). Selain itu, stres juga dapat memengaruhi perubahan hormon dan komponen dalam darah, hal inilah yang menjadi salah satu pemicu kenaikan kadar kolesterol.

 

7. Hormon Tiroid Rendah

Sebuah penelitian di JAMA Internal Medicine menyebutkan bahwa sebanyak 13% dari penderita kadar kolesterol tinggi mengalami gangguan kelenjar tiroid. Padahal, kelenjar tiroid memiliki peran penting dalam proses metabolisme tubuh. Pada kondisi ini, tubuh menjadi kesulitan dalam memecah dan mengeluarkan kelebihan kolesterol dari tubuh. Akibatnya, kadar kolesterol dalam darah pun meningkat.

 

8. Kehamilan dan Menopause pada Perempuan

Salah satu penyebab kolesterol tinggi pada wanita adalah kehamilan. Hal ini berhubungan dengan meningkatnya kebutuhan asupan yang dibutuhkan wanita selama masa kehamilan. Kolesterol sendiri merupakan salah satu dari zat yang dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang janin. Selain itu, kolesterol juga berperan dalam membantu pembentukan ASI, hormon estrogen, dan progesteron guna menjaga kehamilan tetap sehat. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, kadar kolesterol dalam tubuh akan meningkat. Hal ini tak hanya membuat kolesterol baik (high-density protein/HDL) meningkat, tapi juga kolesterol jahat (low-density protein/LDL) dan trigliserida. Ditambah lagi, kolesterol tinggi kerap tidak menunjukkan gejala yang khusus. Karenanya, wanita hamil harus rutin berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kadar kolesterol tetap berada pada batas normal yang dibutuhkan tubuh.

Sedangkan menopause adalah fase yang dialami oleh setiap wanita ketika sudah mulai menginjak usia 45-55 tahun. Menopause adalah kondisi ketika berakhirnya siklus menstruasi yang terjadi secara alami. Tapi di sisi lain, menopause juga menjadi salah satu penyebab kolesterol tinggi pada wanita. Karena saat mengalami menopause, hormon estrogen dalam tubuh wanita akan berkurang. Salah satu fungsi hormon ini adalah untuk mengatur kadar kolesterol dalam tubuh. Itulah alasan mengapa wanita yang memasuki fase menopause menjadi lebih rentan mengalami kolesterol tinggi.

Maka sebenarnya, peningkatan kadar kolesterol total saat hamil adalah hal yang wajar. Peningkatan ini terjadi karena ibu memerlukan lebih banyak kolesterol untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin. Namun, ibu tetap perlu memastikan bahwa kadar kolesterol tetap terkendali dan terpantau oleh dokter. Sedangkan, kolesterol tinggi akibat menopause terjadi karena tubuh kekurangan hormon estrogen dan progesteron secara drastis. Namun, tak hanya kolesterol LDL, kehamilan dan menopause juga memengaruhi peningkatan kolesterol HDL.

 

9. Mengidap Suatu Penyakit Tertentu

Peningkatan kadar kolesterol juga bisa dipicu oleh kondisi tertentu, di antaranya: Tekanan darah tinggi (hipertensi), Diabetes, Obesitas, Sakit ginjal atau liver, PCOS (polycystic ovary syndrome), Kekurangan hormon pertumbuhan, Lupus, Penyakit asam urat.

 

Itulah sedikit penjelasan yang berhasil saya simpulkan mengenai beberapa penyebab kolesterol tinggi di dalam tubuh. Gejala Kolesterol tinggi ternyata memang tidak menimbulkan gejala. Akibatnya banyak orang yang tidak sadar jika memiliki kadar kolesterol yang tinggi sampai kemudian akhirnya terserang komplikasi yang cukup serius, seperti penyakit jantung atau stroke. Maka dari itu sebaiknya kita melakukan tes darah secara berkala untuk mengetahui kadar kolesterol kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar