Selamat pagi minggu..
Waktu seakan begitu cepat sekali berlalu. Rasanya baru kemarin hari senin, sekarang tiba - tiba sudah hari minggu lagi saja. Entah kenapa meskipun aku terbiasa di rumah setiap hari, tetapi tetap saja aku merasa hari minggu adalah hari yang berbeda dari hari- hari yang lain, karena di hari minggu waktunya aku enjoyed dari urusan perbekalan sekolah anak dan hari minggu setidaknya aku bisa bergantian dengan suami dalam hal mengasuh dan membersamai anak dari sejak pagi sampai malam hari. Egois ya?! Tidaklah, karena aku hanya minta di hari minggu saja aku bisa melakukan kegiatan yang aku suka dan itupun tidak selalu di setiap minggu aku memintanya (hanya sesekali aku keluar sendiri, misal ke salon meski hanya sekedar massage atau facial) dan itu hanya sesekali saja. Seperti hari minggu ini aku lebih memilih mengajak suami dan anak - anakku untuk bersepeda bersama. Anakku yang sulung sangat bersemangat karena bersepeda kali ini aku mengizinkannya untuk bersepeda memakai sepedanya sendiri (maklum saja dia belum lama lancar naik sepeda, jadi aku masih agak was-was melepas dia di jalan raya). Awalnya anak sulungku ngotot mengajak ke Payungi (Pasar Yosomulyo Pelangi). Payungi adalah sebuah pasar tradisional yang hanya dibuka setiap hari minggu saja, di sana terdapat playground anak - anak dan juga dijual banyak sekali makanan, dari cemilan sampai makanan berat, ada juga yang menjajakan sovenir. Tapi karena jarak antara rumah dengan Payungi itu jauh (kurang lebih 8 km pergi pulang), aku mencoba mengajak diskusi si sulung. Bernegosiasi agar mau mencoba track yang dekat terlebih dahulu, karena aku khawatir dia mogok di tengah jalan karena kelelahan. Alhamdulillah meskipun diskusinya lumayan alot, tapi anakku setuju untuk ikut track yang aku usulkan, dengan catatan "jika dia tidak lelah (ngomel) dengan track yang aku berikan, minggu depan bisa lanjut ke Payungi" dan aku setuju dengan syarat yang diajukan anak sulungku ini.
Akhirnya jam 7.00 WIB kami baru keluar dari rumah, yaaa meskipun lumayan matahari sudah mulai terang tapi tidak apa-apa, semangat kami seterang dan sehangat matahari pagi ini. Anak sulungku bersemangat, begitu juga dengan si adik. Kami semua bergembira menikmati pemandangan dan udara pagi dengan bersepeda karena memang sudah lumayan lama kami tidak bersepeda. Di sepanjang jalan seperti biasa adik akan selalu bernyanyi dan berceloteh ria, tidak dengan anak sulungku yang sedang fokus dengan sepedanya (masih sedikit tegang tapi aku lihat dia sudah mulai lumayan, alhamdulillah). Sesekali dia minta berhenti untuk bisa minum dan istirahat sebentar, setiap kali aku bertanya "capek kak? masih semangat?" dia menjawab "ayok bu!" Sambil lanjut mengayuh sepedanya, aku selalu berada dibelakangnya, sedangkan suami ada di barisan depan. Masyaallah aku senang melihat dia sudah berani melakukan banyak hal, berbeda dengan dia di beberapa tahun silam. Kenapa? Karena sulungku adalah anak yang penuh dengan kehati-hatian dalam segala hal apapun itu. Dia selalu bersih, tidak mau kotor. Ketika ibu lain melarang anaknya untuk berkotor-kotor, tidak denganku. Aku justru menantangnya untuk kotor dan melakukan hal yang ekstrem. Tahun lalu aku pernah dengan sengaja memasukkannya ke tempat les parkour agar dia bisa lebih aktif bergerak. Tapi itu hanya bertahan selama 1 tahun, selanjutnya kembali dia yang memenangkan keadaan. Kembali ke topik bersepeda, dia terus bergerak mengayuh sepedanya jauh di depanku menyusul ayahnya, bahkan sesekali ayahnya tertinggal dari dia (karena kami memilih jalan kedua, jadi jalanan ini lebih sepi ketimbang jalanan utama). Ketika tadi di jalan dia sempat terjatuh, tapi dia langsung bangun lagi dan meyakinkanku bahwa dia baik - baik saja, dan meminta untuk melanjutkan lagi. Kami pun kembali mengayuh sepeda, masih dengan hati riang dan gembira, aku dan suami sengaja memilih rute tidak jauh dari rumah, hanya 4km. Alhamdulillah sulungku berhasil dengan baik, meskipun ketika sampai di depan garasi rumah, dia sempat terjatuh kembali, entah karena sudah kelelahan atau karena sudah lapar. Jatuh yang kali ini sudah hampir menangis karena bajunya jadi sedikit kotor, tapi aku kembali menyemangatinya. Bahwa dia hebat dan sudah bersepeda dengan sangat baik, hanya perlu terus berlatih saja, yang tadinya hampir menangis kembali bersemangat dan masuk kerumah dengan kembali ceria. Alhamdulillah..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar