Kamis, 25 Januari 2024

WAKTU

Assalamu alaikum warrahmatullahi wabarokatuh, Saya ucapkan selamat hari kamis untuk diri saya sendiri, "Vina, Berbahagialah dan Bersyukurlah selalu untuk apapun yang terjadi padamu, karena apa yang baik menurutmu belum tentu baik kata Allah swt, dan begitu pula apa yang buruk bagimu belum tentu buruk menurut Allah SWT, Maka Bersyukurlah atas segala Nikmat yang diberi.." Masyaallah Tabarakaallah Entah kenapa dewasa ini saya sering merasa waktu cepat sekali berlari, seakan kemarin baru saja hari Senin sekarang sudah hari Kamis saja, yang mana artinya sebentar lagi akan hari Senin lagi. Saya selalu merasa kekurangan waktu, padahal pekerjaan yang saya kerjakan hanyalah itu - itu saja, setiap hari berkutat dengan kegiatan di rumah dan keluarga, tapi entah kenapa saya merasa masih saja belum memiliki waktu yang cukup untuk membereskan seluruh rumah dengan baik, Astaghfirullahaladzim. Kalau sudah seperti ini, saya seperti diingatkan dengan hadis dari Abu Huraira RA yang berkata “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak akan terjadi hari kiamat kecuali setelah hilangnya ilmu, banyak terjadi gempa, waktu seakan berjalan dengan cepat, timbul berbagai macam fitnah, Al haraj (yaitu pembunuhan) dan harta melimpah ruah kepada kalian.” (HR: al-Bukhari) dan hadis lain riwayat Ahmad disebutkan “Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda: Kiamat tidak akan terjadi hingga waktu terasa berlalu begitu cepatnya. Satu tahun terasa seperti satu bulan, satu bulan seperti seminggu, satu minggu seperti satu hari, dan satu hari seperti satu jam, dan satu jam seperti kedipan mata.” (HR: Ahmad) Astaghfirullahaladzim, Astaghfirullahaladzim, Astaghfirullahaladzim, hasbunallah wa ni'mal wakil ni'mal maulla wa niman'nasir.. Tentang penjelasan dari hadis di atas Abu Hajar menjelaskan maksudnya adalah hilangnya keberkahan hidup. Sehingga, hari berlalu begitu saja tanpa ada manfaatnya. Harta yang diperoleh tidak ada gunanya habis begitu saja, Naudzubillah min dzalik. Maka benar merugi rasanya jika kita masih menyia-nyiakan waktu dengan masih malas memperbaiki diri dalam beribadah dan berlomba melakukan amal kebaikan. Sedangkan waktu manusia adalah umur, umur siapa yang tahu batas umur manusia? Tentu saja yang maha mengetahui hanyalah ALLAH SWT (Al-Alim, Yang Maha Mengetahui) Semoga kita bukanlah termasuk golongan orang - orang merugi, yang terlena dengan waktu dan nikmat dunia, yang mana mengetahui waktu cepat berlalu, tapi masih saja berhura-hura dengan bersantai ria tanpa mengingat Allah, bahkan lisan pun kesulitan untuk berdzikir kepada Allah SWT. Aku berlindung kepada Allah SWT dari kematian su'ul khatimah, Astaghfirullahaladzim. Rabbana afrigh 'alayna shabran wa tawaffana muslimin. Artinya: "Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan matikanlah kami dalam keadaan muslim (berserah diri kepada-Mu)" (QS Al-A'raf: 126) Aamiin aamiin ya robbalalamin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar