Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ibu rumah tangga adalah wanita yang mengatur penyelenggaraan berbagai macam pekerjaan rumah tangga. Dan bahagia menurut KBBI adalah keadaan atau perasaan senang dan tentram yang terbebas dari segala yang menyusahkan. sedangkan menurut Wikipedia Kebahagiaan atau kegembiraan adalah suatu keadaan pikiran atau perasaan yang ditandai dengan kecukupan hingga kesenangan, cinta, kepuasan, kenikmatan, atau kegembiraan yang intens.
Dulu ketika saya ditanya perihal apa pekerjaan mu? kemudian saya menjawab "ibu rumah tangga", jauh didalam hati ini ada rasa minder atau tidak percaya diri karena saya seperti merasa saya lulus kuliah / lulus sekolah tetapi saya tidak bekerja untuk mengaplikasikan ilmu di ranah publik. Didalam hati saya takut orang lain akan beranggapan, "percuma amat lulus kuliah kalau akhirnya cuma jadi ibu rumah tangga."
Tahun pertama, kedua, ketiga, keempat saya menjadi ibu rumah tangga aman, semua terasa menyenangkan. Saya sangat menikmati peran saya karena menjadi ibu rumah tangga. Namun, perubahan terjadi manakala masuk tahun kelima dimana secara tidak sengaja saya mendengar suara sumbang dari beberapa orang terdekat yang membicarakan "status" saya ini, mental saya langsung down, terjun bebas. Yang awalnya percaya diri full lalu berakhir "ya udahlah, memang saya hanyalah ibu rumah tangga"
Beberapa bulan saya dalam mental down it, suami yang melihat saya tidak bergairah, banyak murung dan tidak enjoyed pelan -pelan menegur dan mulai menasehati untuk saya kembali pada diri saya semula, mengingat kembali tujuan saya resign bekerja itu adalah fokus utamanya untuk siapa dan untuk apa. Alhamdulillah saat itu Allah SWT pertemukan saya dengan sebuah komunitas yang MasyaAllah sangat bagus materi nya. Dan komunitas itu adalah "ibu profesional" Disitulah saya menemukan kembali siapa saya, tujuan saya apa sebagai ibu dan wanita, dan akhirnya saya bahagia dan merasa bersyukur sekali, karena saya mampu menemukan diri saya kembali.
Saya adalah ibu rumah tangga yang memiliki pekerjaan yang mulia karena saya membangun dan memperkuat pondasi masyarakat melalui sebuah keluarga.
Maka dari sejak itu, saya berjanji pada diri saya sendiri, saya adalah ibu bahagia, alasan saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan yang sudah memberikan ilmu dan membesarkan nama saya adalah saya ingin bersama anak saya, saya bahagia bersama mereka. bukan berarti saya tidak bahagia sama sekali menjadi ibu pekerja di ranah publik, saya juga bahagia saat saya menjadi pegawai atau ibu pekerja, namun ada sesuatu hal yang membuat saya merasa sangat lebih bahagia, tentram dan puas ketika saya bisa membersamai tumbuh kembang anak-anak di rumah, memasak untuk keluarga dan membereskan setiap sudut rumah. Setiap manusia memiliki passion-nya masing-masing dan inilah passion saya, bahagia menjadi ibu rumah tangga, tidak perlu menjudge atau menghakimi karena setiap manusia memiliki hak untuk memilih. mungkin untuk sebagian orang bahkan untuk orang-orang terdekat saya pun (kecuali suami) pilihan saya adalah pilihan yang konyol karena saya memilih pekerjaan yang tidak memiliki bayaran gaji, tapi saya percaya tidak ada yang akan sia-sia dari sebuah pengorbanan. jika ibu pekerja mengorbankan waktu demi masa depan anak-anak mereka. begitupun ibu rumah tangga seperti saya mengorbankan karir demi masa depan anak-anak juga. Senyum bahagia, damainya anak juga suami adalah bayaran gaji saya.
Dan saya pun berjanji pada diri saya sendiri, meskipun saya ibu rumah tangga, saya bukan wanita yang akan lupa untuk belajar dan membaca. Karena itu saya selalu berusaha untuk membaca dan mencari ilmu baru.
MasyaAllah Tabarakaallah, Semoga allah istiqomah kan saya, aamiin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar