Tampilkan postingan dengan label Flora. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Flora. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Mei 2024

Bougenville "si bunga kertas kaya manfaat"

23.17 0 Comments

    Apakah ada yang tahu dengan bunga bougenville? Atau yang lebih banyak dikenal dengan sebutan bunga kertas. Bougenville atau bunga kertas, bunga kertas cantik dengan aneka warna - warnanya yang indah.

Selain karena bunga - bunganya yang cantik dan perawatannya yang sangat mudah. Bunga bougenville atau bunga kertas juga adalah termasuk bunga yang selalu berbunga sepanjang tahun. Bunga bougenville kebetulan adalah bunga kesayangan almarhumah ibu. Di halaman rumah ada beberapa bunga bougenville peninggalan dari almarhumah ibu, yang sampai saat ini masih hidup dengan sehat, tumbuh lebat dan rimbun sekali. Padahal saya adalah termasuk tipe orang yang malas dalam merawat tanaman. Perawatan yang saya lakukan hanyalah dengan menyiram saja, itupun hanya sesekali waktu saja tidak setiap hari.


    Berdasarkan dari sumber yang saya baca dari beberapa artikel online dan offline, tanaman bunga bougenville dapat tumbuh di daerah subtropis maupun daerah tropis, tanaman ini juga dapat tumbuh di daerah yang kering dan berpasir. Menurut sejarahnya tanaman bougenville ini ditemukan oleh Louis Antoniede de Bougenville pada tahun 1769 - 1776 di Brazil. Bunga ini termasuk dalam keluarga Nyctaginaceae, yang memiliki keindahan di setiap varian warna - warnanya yang cerah. Batang tanaman ini bertekstur keras, memiliki ranting dan diantara rimbun bunga - bunganya biasanya terdapat duri - duri halus yang tersembunyi. Batang tanaman ini bisa sampai 5 - 15 meter. Panjang daunnya sendiri sekitar 10cm dengan lebar 2 - 6 cm.

    Kelopak bunga bougenville yang tipis dan halus seperti kertas karena itulah tak jarang bunga bougenville disebut juga dengan bunga kertas. Tanaman bunga bougenville biasanya akan berbunga dengan sangat lebat pada musim kemarau , dan akan berguguran di musim hujan. Namun jangan khawatir meskipun bunga bougenville berguguran bukan bearti tanaman ini menjadi tidak memiliki bunga di musim penghujan, tidak. Karena bunga bougenville adalah termasuk dari jenis bunga yang berkembang sepanjang tahun. Yang mana pada musim penghujan selain menggugurkan bunganya, kuncup bunga bougenville yang baru akan bermunculan kembali menggantikan bunga yang telah gugur. Oleh karena itu bunga bougenville disebut juga dengan bunga yang tangguh.

    Cara merawat bunga bougenville sangat mudah, tanaman bunga bougenville ini adalah tanaman yang tidak membutuhkan banyak air dalam proses pertumbuhannya. Bahkan jika disirim terlalu sering tanaman bunga bougenville ini dapat tumbuh dengan tidak baik dan bunga juga akan cenderung menjadi rusak. 

    Tanaman bougenville adalah termasuk ke dalam tanaman hias merambat, bougenville dapat tumbuh di dalam pot atau dapat juga tumbuh subur di tanah pekarangan atau halaman rumah. Tanaman bunga bougenville ini memiliki bunga kecil dengan 3 kelopak. Bunga bougenville memiliki beberapa varian warna diantaranya ada warna putih, ungu, jingga, orange, kuning,merah, magenta dan terdapat juga warna campuran yang sangat indah bila dipandang mata. 

    Tanaman bunga bougenville dapat diperbanyak dengan cara melakukan teknik steak batang. Caranya dengan mengambil batang yang sudah tua kemudian dipotong menyerong lalu tancapkan atau tempelkan pada media tanaman yang sudah diberi olesan pupuk kandang atau bisa juga dengan menggunakan hormon rooting sebelumnya, hal ini dilakukan agar memicu pertumbuhan akar dengan lebih cepat.

    Selain sebagai tanaman hias, tanaman bunga bougenville dapat dikonsumsi sebagai minuman seperti teh dengan cara diseduh. Bunga bougenville bisa juga dimakan secara mentah, digoreng dalam adonan, ataupun digunakan dalam campuran minuman. 

Tanaman bunga bougenville dikenal juga memiliki kandungan yang kaya akan manfaat sebagai tanaman obat. Diantaranya sebagai obat untuk penyakit seperti bisul, menghilangkan biang keringat dan gatal-gatal, hepatitis dan melancarkan haid tidak beratur. 


Berdasarkan sumber dari idntimes.com tanaman bunga bougenville memiliki beberapa kandungan yang diantaranya bermanfaat bagi kesehatan tubuh diantaranya adalah :

1. Sebagai antioksidan

    Penelitian dalam jurnal Research Journal of Medicinal Plants melaporkan bahwa bunga bougenville memiliki kandungan antioksiidan yang baik. Antioksidan memiliki peran penting dalam melindungi tubuh dari berbagai penyakit dengan mengurangi kerusakan oksidatif pada komponen seluler. Kandungan antioksidan akan melindungi sel tubuh dari paparan radikal bebas. Dengan perlindungan tersebut, ini akan mengurangi risiko penyakit jantung, kanker, dan penyakit lainnya yang berkaitan dengan kerusakan sel.

2. Membantu menurunkan kadar gula darah

    Menurut artikel dalam Journal of Natural Remedies, bunga bougenvil mengandung pinitol. Senyawa ini dipercaya memiliki efek seperti insulin dan berpotensi kelak dapat dikembangkan sebagai obat diabetes.

3. Dapat meredakan batuk dan radang tenggorokan

    Meminum rebusan air bunga kertas dipercaya dapat meredakan batuk. Dilansir DrHealthBenefit, bunga bougenville memiliki sifat ekspektoran yang dapat membantu keluarnya lendir dari saluran pernapasan. Ekskresi lendir ini mampu mempercepat pemulihan batuk. 

Selain itu, sifat antiseptik dari bunga bougenville dapat mengatasi radang tenggorokan yang disebabkan oleh alergi atau infeksi. Sifat antiseptik ini akan membantu mengatasi peradangan dan meredakan bagian yang sakit.

4. Dapat mengatasi masalah pencernaan

    Rebusan dari air bunga bougenville juga dapat digunakan untuk mengatasi masalah pencernaan. Menurut laman Health Cautions, senyawa aktif dalam daun bunga bugenvil memiliki efek menenangkan dan anti inflamasi di perut.

5. Dapat digunakan sebagai pembersih kulit

    Selain dikonsumsi, bunga bougenville juga dapat digunakan untuk pemakaian luar. Air rendaman dari bunga bougenville bisa digunakan sebagai pembersih yang dapat digunakan untuk menjaga kesehatan kulit. Dilansir DrHealthBenefit, sifat antiseptik dari gunga bougenville dipercaya dapat membersihkan kulit secara mendalam yang berfungsi untuk mencegah datangnya jerawat.


Terimakasih dan semoga bermanfaat...

Perbedaan Talas dan Keladi

02.37 0 Comments

Ada yang pernah denger lagu "Bagai air di daun keladi" tembang lawas yang masih sangat enak di dengar sampai saat ini.

    Pernah nggak terfikirkan kenapa keladi sering disebut dengan talas dan begitu pula sebaliknya. Padahal ternyata jelas talas dan keladi adalah 2 jenis tanaman yang berbeda. Dari referensi yang saya baca Talas (Colocasia sp) merupakan tanaman pangan dari umbi-umbian yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Talas termasuk dalam suku talas-talasan (Araceae), berwatakan tegak, tingginya 1 m atau lebih dan merupakan tanaman semusim atau sepanjang tahun. Di Indonesia pada umumnya, penyebutan nama talas dan keladi sering kali tertukar begitupula dalam penggunaan manfaatnya. Untuk membedakannya memang tidak mudah, tetapi talas dapat tumbuh di tempat dengan maupun tanpa genangan air, sedangkan keladi tidak dapat tumbuh di tempat yang berair.

    Keladi jarang membentuk umbi yang besar. Asal tumbuhan ini dari hutan Brazil namun sekarang tersebar ke berbagai penjuru dunia. Sedangkan Talas diduga aslinya berasal dari Asia Tenggara atau Asia Tengah bagian Selatan. Dan sudah mulai dibudidayakan jauh sebelum padi ditanam dan dijadikan sebagai sumber karbohidrat.

    Talas mempunyai nama beberapa nama umum yaitu taro, old cocoyam, dan ‘Eddo (e). Di Indonesia talas bisa di jumpai hampir di seluruh kepulauan dan tersebar dari tepi pantai sampai pegunungan di atas 1000m dpl, baik liar maupun di tanam. Umbi talas dapat mencapai 4 kg atau lebih, berbentuk silinder atau bulat, berwarna coklat. Daunnya berbentuk perisai atau hati dengan tangkai mencapai 1 meter panjangnya ( Prana MS, Kuswara, 2002). 

    Talas sendiri dapat tumbuh dengan cara sengaja ditanam, dibudidayakan maupun hidup liar. Talas tidak hanya untuk dikosumsi tetapi ada beberapa jenis talas yang dijadikan tanaman hias karena daunnya yang indah dan berwarna - warni. Namun tanaman talas yang sering dijadikan tanaman hias sering disebut dengan keladi (Xanthosoma sp). Meski keladi tergolong dalam suku talas-talasan antara keladi dan talas memiliki perbedaan. Keladi masuk dalam genus Caladium sedangkan talas masuk dalam genus Colocasia. Keladi sejati jarang membentuk umbi yang besar dan tidak boleh dikonsumsi, karena semua bagiannya adalah beracun. Sedangkan talas menghasilkan umbi yang cukup besar dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, hampir 90% bagiannya bisa dimakan. Bahkan di beberapa daerah talas dijadikan sebagai makanan pokok (sumber karbohidrat) selain beras, jagung, ubi dan singkong.

    Tak hanya kandungan karbohidrat. Talas juga mengandung protein yang cukup tinggi dibanding dengan umbi - umbian lain seperti singkong dan ubi jalar. Talas juga mengandung beragam asam amino esensial meskipun dalam jumlah rendah seperti lisin, triptofan dan lain sebagainya. Secara umum hampir seluruh tanaman talas dapat di olah dan di konsumsi. Misalnya batang tanaman talas yang bisa di jadikan sayur. Sayur lompong namanya adalah sejenis gulai yang memanfaatkan bagian batangdari pohon talas, dimasak dengan atau tanpa santan kelapa.

    Selain dijadikan makanan pokok talas dapat diolah menjadi beragam kue bahkan dijadikan es krim, bolu lapis talas, keripik, kolak, bubble tea, hingga es campur atau cukup digoreng, dikukus ditaburi kelapa parut dijadikan camilan teman minum teh atau kopi.

    Daun talas nya sendiri memiliki manfaat yang hampir sama dengan batangnya, daun talas dapat digunakan sebagai pembungkus pada makanan tradisional yang sangat lezat. Makanan itu bernama "buntil" makanan khas dari jawa ini hampir mirip dengan botok, namun pada buntil daun pembungkus bisa ikut turut untuk dikonsumsi serta. buntil berisi parutan daging kelapa yang dicampur dengan teri dan bumbu-bumbu, dibungkus daun talas, kemudian direbus dalam santan. Makanan ini biasanya dijajakan di pasar atau warung makanan sebagai lauk untuk nasi. Rasanya yang asin, gurih, pedas sangat nikmat disajikan sebagai teman dari nasi hangat dan sambal. Selain dapat diolah sebagai makanan. Daun talas, tua atau muda, juga dimanfaatkan sebagai pakan ikan gurame. Daun, tangkai daun, dan umbinya digunakan sebagai campuran pakan ternak seperti babi.

    Adapun umbi talas menjadi bagian yang paling banyak diolah. Umbi talas pada umumnya memang bisa diolah dengan cara di kukus, di goreng atau di jadikan sebagai perkedel atau dibuat menjadi sajian gulai talas yang lezat. Tapi dalam perkembangnya, umbi talas tidak hanya diolah sebagai talas segar. Umbi talas juga bisa dikreasikan menjadi tepung talas. 

    Mengeringkan umbi talas kemudian menghaluskannya hingga menjadi tepung talas yang siap digunakan. Penggunannyapun menjadi sangat luas. Tepung talas sendiri bisa digunakan menjadi bahan subsitusi untuk tepung dalam pengolahan roti, kue aneka cake dan brownies hingga menjadi aneka sajian kue talam dan kue lumpur serta bika bogor yang dikenal dengan penggunaan tepung talas untuk bikanya. Tepung talas juga bisa digunakan pada aneka desert manis seperti es krim taro yang cukup terkenal, mile crepes taro dengan bahan tepung talas dan juga cream taro ada juga makaron hingga taro bubble tea yang tak kalah segarnya.

    Umbi dan tangkai daunnya mengandung tepung, villose, polifenol, dan saponin. Daunnya mengandung polifenol. Untuk pemakaian luar, cuci daun berikut tangkainya, lalu giling hingga halus. Tempelkan ke borok, bisul, atau ke bagian yang terkena air panas. 

Semoga bermanfaat. 

Berikut contoh tanaman Keladi :


Sedangkan ini adalah contoh tanaman Talas :