Selasa, 21 Mei 2024

# Flora # random

Perbedaan Talas dan Keladi

Ada yang pernah denger lagu "Bagai air di daun keladi" tembang lawas yang masih sangat enak di dengar sampai saat ini.

    Pernah nggak terfikirkan kenapa keladi sering disebut dengan talas dan begitu pula sebaliknya. Padahal ternyata jelas talas dan keladi adalah 2 jenis tanaman yang berbeda. Dari referensi yang saya baca Talas (Colocasia sp) merupakan tanaman pangan dari umbi-umbian yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Talas termasuk dalam suku talas-talasan (Araceae), berwatakan tegak, tingginya 1 m atau lebih dan merupakan tanaman semusim atau sepanjang tahun. Di Indonesia pada umumnya, penyebutan nama talas dan keladi sering kali tertukar begitupula dalam penggunaan manfaatnya. Untuk membedakannya memang tidak mudah, tetapi talas dapat tumbuh di tempat dengan maupun tanpa genangan air, sedangkan keladi tidak dapat tumbuh di tempat yang berair.

    Keladi jarang membentuk umbi yang besar. Asal tumbuhan ini dari hutan Brazil namun sekarang tersebar ke berbagai penjuru dunia. Sedangkan Talas diduga aslinya berasal dari Asia Tenggara atau Asia Tengah bagian Selatan. Dan sudah mulai dibudidayakan jauh sebelum padi ditanam dan dijadikan sebagai sumber karbohidrat.

    Talas mempunyai nama beberapa nama umum yaitu taro, old cocoyam, dan ‘Eddo (e). Di Indonesia talas bisa di jumpai hampir di seluruh kepulauan dan tersebar dari tepi pantai sampai pegunungan di atas 1000m dpl, baik liar maupun di tanam. Umbi talas dapat mencapai 4 kg atau lebih, berbentuk silinder atau bulat, berwarna coklat. Daunnya berbentuk perisai atau hati dengan tangkai mencapai 1 meter panjangnya ( Prana MS, Kuswara, 2002). 

    Talas sendiri dapat tumbuh dengan cara sengaja ditanam, dibudidayakan maupun hidup liar. Talas tidak hanya untuk dikosumsi tetapi ada beberapa jenis talas yang dijadikan tanaman hias karena daunnya yang indah dan berwarna - warni. Namun tanaman talas yang sering dijadikan tanaman hias sering disebut dengan keladi (Xanthosoma sp). Meski keladi tergolong dalam suku talas-talasan antara keladi dan talas memiliki perbedaan. Keladi masuk dalam genus Caladium sedangkan talas masuk dalam genus Colocasia. Keladi sejati jarang membentuk umbi yang besar dan tidak boleh dikonsumsi, karena semua bagiannya adalah beracun. Sedangkan talas menghasilkan umbi yang cukup besar dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, hampir 90% bagiannya bisa dimakan. Bahkan di beberapa daerah talas dijadikan sebagai makanan pokok (sumber karbohidrat) selain beras, jagung, ubi dan singkong.

    Tak hanya kandungan karbohidrat. Talas juga mengandung protein yang cukup tinggi dibanding dengan umbi - umbian lain seperti singkong dan ubi jalar. Talas juga mengandung beragam asam amino esensial meskipun dalam jumlah rendah seperti lisin, triptofan dan lain sebagainya. Secara umum hampir seluruh tanaman talas dapat di olah dan di konsumsi. Misalnya batang tanaman talas yang bisa di jadikan sayur. Sayur lompong namanya adalah sejenis gulai yang memanfaatkan bagian batangdari pohon talas, dimasak dengan atau tanpa santan kelapa.

    Selain dijadikan makanan pokok talas dapat diolah menjadi beragam kue bahkan dijadikan es krim, bolu lapis talas, keripik, kolak, bubble tea, hingga es campur atau cukup digoreng, dikukus ditaburi kelapa parut dijadikan camilan teman minum teh atau kopi.

    Daun talas nya sendiri memiliki manfaat yang hampir sama dengan batangnya, daun talas dapat digunakan sebagai pembungkus pada makanan tradisional yang sangat lezat. Makanan itu bernama "buntil" makanan khas dari jawa ini hampir mirip dengan botok, namun pada buntil daun pembungkus bisa ikut turut untuk dikonsumsi serta. buntil berisi parutan daging kelapa yang dicampur dengan teri dan bumbu-bumbu, dibungkus daun talas, kemudian direbus dalam santan. Makanan ini biasanya dijajakan di pasar atau warung makanan sebagai lauk untuk nasi. Rasanya yang asin, gurih, pedas sangat nikmat disajikan sebagai teman dari nasi hangat dan sambal. Selain dapat diolah sebagai makanan. Daun talas, tua atau muda, juga dimanfaatkan sebagai pakan ikan gurame. Daun, tangkai daun, dan umbinya digunakan sebagai campuran pakan ternak seperti babi.

    Adapun umbi talas menjadi bagian yang paling banyak diolah. Umbi talas pada umumnya memang bisa diolah dengan cara di kukus, di goreng atau di jadikan sebagai perkedel atau dibuat menjadi sajian gulai talas yang lezat. Tapi dalam perkembangnya, umbi talas tidak hanya diolah sebagai talas segar. Umbi talas juga bisa dikreasikan menjadi tepung talas. 

    Mengeringkan umbi talas kemudian menghaluskannya hingga menjadi tepung talas yang siap digunakan. Penggunannyapun menjadi sangat luas. Tepung talas sendiri bisa digunakan menjadi bahan subsitusi untuk tepung dalam pengolahan roti, kue aneka cake dan brownies hingga menjadi aneka sajian kue talam dan kue lumpur serta bika bogor yang dikenal dengan penggunaan tepung talas untuk bikanya. Tepung talas juga bisa digunakan pada aneka desert manis seperti es krim taro yang cukup terkenal, mile crepes taro dengan bahan tepung talas dan juga cream taro ada juga makaron hingga taro bubble tea yang tak kalah segarnya.

    Umbi dan tangkai daunnya mengandung tepung, villose, polifenol, dan saponin. Daunnya mengandung polifenol. Untuk pemakaian luar, cuci daun berikut tangkainya, lalu giling hingga halus. Tempelkan ke borok, bisul, atau ke bagian yang terkena air panas. 

Semoga bermanfaat. 

Berikut contoh tanaman Keladi :


Sedangkan ini adalah contoh tanaman Talas :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar