Kamis, 23 Mei 2024

# cemilan # cokelat

Manis Pahitnya Cokelat Yang Mendunia

Cokelat, siapa yang tidak kenal dengan cemilan yang satu ini. Rasanya yang manis dan lezat membuat semua orang menyukainya. Siapa sangka cokelat manis yang menjadi kesukaan banyak orang ini mengalami proses perjalanan yang cukup panjang hingga akhirnya bisa menjadi santapan favorit banyak orang di dunia.



Dilansir dari Hindustan Times, Asal kata cokelat berasal dari kata klasik 'Nahuatl' - Xocolātl, bahasa dari suku Aztec. Kakao disebut juga Theobroma cacao yang artinya "makanan para dewa". Mereka percaya bahwa biji kakao adalah hadiah dari Dewa Kebijaksanaan dan terus menjadi populer, sehingga mulai digunakan sebagai mata uang.

Cokelat berasal dari tumbuhan kakao (biji kakao). Diperkirakan tanaman kako awalnya tumbuh di saerah Amazon Utara sampai ke Amerika Tengah dan sampai ke Chiapas, wilayah paling selatan Meksiko (yang dulu dikenal Mesoamerika). Cokelat merupakan salah satu makanan tertua di dunia yang berasal dari biji kakao. Sejarah menyebutkan bahwa biji kakao sudah diproses sejak 1.100 Sebelum Masehi. 

Sisa - sisa cokelat ditemukan pada tembikar yang digunakan oleh suku maya kuno. Suku maya kuno adalah orang yang pertama tinggal di daerah Mesoamerika di Rio Azul, Guatemala Utara menunjukkan bahwa mereka meminum cokelat sekitar tahun 400 SM. Konsumsi cokelat dianggap sebagai simbol status penting pada masa itu. Suku maya mengkonsumsi cokelat dalam bentuk cairan berbuaih ditaburi lada merah, vanila atau rempah - rempah lain. Mereka juga percaya minuman xocoat bisa membuat tubuh segar dan hati senang.

Biji kakao yang difermentasi untuk menghilangkan rasa pahit yang kuat, sehingga mendapatkan rasa yang nikmat. Tak hanya lezat, cokelat juga disebut mampu membuat mood seseorang menjadi lebih baik dan memiliki manfaat kesehatan bagi tubuh.

Pada tahun 1519, Kaisar Aztec Montezuma menyajikan minuman yang disebut Xocolātl kepada penjelajah Spanyol, Hernán Cortés. Pada abad ke 17 Cortés membawa minuman itu kembali ke Spanyol bersamanya dan mencampurkan gula, vanilla, dan kayu manis untuk memberikan rasa tambahan dan sisanya adalah sejarah (cokelat). Minuman ini menjadi sangat populer di Prancis dan Inggris pada 1600-an setelah episode Spanyol-nya. Barulah pada tahun 1800-an orang belajar membuat cokelat yang bisa dimakan. Barulah pada abad ke-19 dan awal abad ke-20, perusahaan cokelat mulai beroperasi. Sepanjang abad itu, cokelat menyebar di antara kaum bangsawan Eropa.

Siapa sangka walaupun ditemukan di Mesoamerika, produksi kakao terbesar berada di benua Afrika. Benua ini menghasilkan lebih dari ⅔ kakao di seluruh dunia. Pantai Gading merupakan negara penghasil kakao terbesar, yakni 40%.

Pada awalnya, cokelat dikonsumsi hanya dalam bentuk minuman dan rasanya pahit. Minuman yang disebut 'Chilate' dibuat dari itu, setelah dicampur dengan rempah-rempah dan puree atau bubur jagung. Dipercaya dapat memberi kekuatan peminum dan bekerja sebagai afrodisiak yang kuat. Pada tahun 1847 barulah ditemukan cokelat padat yang kemudian lama kelamaan permintaan cokelat semakin meningkat dan cokelat semakin terkenal di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Awal mula sejarah perkebunan kakao mulai tersebar di Indonesia pada era kolonialisme Belanda. Perkembangan cokelat di Indonesia dibawa oleh pelaut Spanyol pada 1560. Mereka membawa tanaman kakao jenis Criollo yang pertama kali ditanam di Minahasa, Sulawesi Utara, tempat mereka berlabuh. Hasilnya tidak berbuah manis karena tanaman kakao di area tersebut rentan terkena serangan hama. Keberhasilan tanaman kakao di Indonesia terlihat pada 1880 dengan adanya tanaman kakao varian Forastero. Tanaman ini lebih unggul karena tahan terhadap serangan hama daripada jenis Kakao Criollo.

Tepatnya pada tahun 1806, tanaman kakao mulai di tanam di Pulau Jawa. Pada tahun 1850-1880 tanaman kopi sedang banyak ditanam, akhirnya tanaman kakao harus ditanam berselingan dengan tanaman kopi. Sayangnya, tahun 1879 perkebunan kopi di Pulau Jawa mulai terserang penyakit gugur daun sehingga kopi tidak ditanam untuk sementara waktu.

Redupnya produktivitas lahan perkebunan kopi saat itu menjadi peluang untuk membangkitkan perkebunan dan industri kakao di Pulau Jawa. Perkebunan kakao mulai didirikan dari Jawa Barat hingga ke Jawa Timur. Produktivitas kakao pada saat itu cukup tinggi hingga menempatkan Indonesia menjadi produsen kakao terbanyak ketiga di dunia. Namun, masa jaya kakao harus kembali redup karena terserang oleh hama Aerocercorps cramerellea Sn dan Helopeltis sp pada awal abad ke-19. Karena produktivitas kakao mulai menurun, lahannya pun digunakan untuk menanam kopi dan karet.

Kini, cokelat hadir dalam berbagai varian bentuk di dunia. Cokelat tidak hanya diproduksi sebagai santapan, tetapi juga bahan makanan yang dapat diolah menjadi berbagai variasi hidangan seperti cookies cokelat dan susu cokelat, Susu cokelat sendiri adalah Minuman favorit segala kalangan usia ini diciptakan Jamaika pada awal 1700-an. Ahli tanaman asal Inggris, Sir Hans Sloane mendapat minuman cokelat dari tuan tanah tersebut, kemudian mencampurnya dengan susu agar lebih mudah dikonsumsi. Ketika mendengar cookies cokelat, Anda pasti membayangkan tampilan choco chips di permukaannya. Faktanya, desain kue tersebut diciptakan tanpa resep oleh Ruth Wakefield pada 1930. Kepingan choco chips dalam adonan cookies tetap utuh meski sudah diaduk sehingga menghasilkan cookies yang ikonik. Selain dari itu cokelat juga telah diolah menjadi permen, es krim dan kue dan masih banyak lagi lainnya.

Sekarang kita telah mengetahui asal - usul sejarah cokelat, semoga tulisan ini bisa menambah wawasan untuk semua yang membaca. Terimakasih


Tidak ada komentar:

Posting Komentar