Kamis, 30 Mei 2024

# cerita # keluarga

Bahagia menjadi ibu rumah tangga



Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ibu rumah tangga adalah wanita yang mengatur penyelenggaraan berbagai macam pekerjaan rumah tangga. Dan bahagia menurut KBBI adalah keadaan atau perasaan senang dan tentram yang terbebas dari segala yang menyusahkan. sedangkan menurut Wikipedia Kebahagiaan atau kegembiraan adalah suatu keadaan pikiran atau perasaan yang ditandai dengan kecukupan hingga kesenangan, cinta, kepuasan, kenikmatan, atau kegembiraan yang intens. Jika seorang ibu / wanita ditanya perihal apa pekerjaannya kemudian menjawab ibu rumah tangga, mungkin ada rasa minder karena sudah lulus kuliah / lulus sekolah tetapi tidak bekerja untuk mengaplikasikan ilmunya. Bahkan orang lain beranggapan, percuma saja lulus kuliah kalau akhirnya hanya menjadi ibu rumah tangga. Padahal, menjadi ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang mulia karena ia membangun dan memperkuat pondasi masyarakat yaitu sebuah keluarga.

Maka dari itu ibu bahagia adalah alasan ketika saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan yang sudah memberikan ilmu dan membesarkan nama saya. bukan berarti saya tidak bahagia sama sekali menjadi ibu pekerja di ranah publik, saya juga bahagia saat saya menjadi pegawai atau ibu pekerja, namun ada sesuatu hal yang membuat saya merasa sangat lebih bahagia, tentram dan puas ketika saya bisa membersamai tumbuh kembang anak-anak di rumah, memasak untuk keluarga dan membereskan setiap sudut rumah. Setiap manusia memiliki passion-nya masing-masing dan inilah passion saya, bahagia menjadi ibu rumah tangga, tidak perlu menjudge atau menghakimi karena setiap manusia memiliki hak untuk memilih. mungkin untuk sebagian orang bahkan untuk orang-orang terdekat saya pun (kecuali suami) pilihan saya adalah pilihan yang konyol karena saya memilih pekerjaan yang tidak memiliki bayaran gaji, tapi saya percaya tidak ada yang akan sia-sia dari sebuah pengorbanan. jika ibu pekerja mengorbankan waktu demi masa depan anak-anak mereka. begitupun ibu rumah tangga seperti saya mengorbankan karir demi masa depan anak-anak juga. Senyum bahagia anak dan suami adalah bayaran yang tak terhingga.

Berikut adalah rencana atau strategi yang dapat saya lakukan agar bahagia dalam menjalani peran sebagai ibu rumah tangga ini dapat saya raih :

·       Mengatur jadwal harian, seperti membuat tema kegiatan untuk anak - anak, hari ini akan bermain/belajar apa. menyisihkan waktu untuk diri sendiri seperti beribadah dan melakukan sesuatu hal yang menjadi hobi seperti memasak, membuat kue/ roti, beberes, membaca dll .

·       Mengupgrade ilmu dan skill, belajar tentang hal-hal baru, mengikuti kelas parenthing di instagram, wag dan zoom. mengikuti seminar/workshop online tentang pelatihan kreatifitas, ketrampilan, kerajinan tangan dll. Karena menjadi ibu rumah tangga juga dapat memberi peluang yang lebih luas dan lebih fleksibel untuk saya berwirausaha dan produktif dari rumah. Jadi, walaupun saya di rumah hal itu lantas tidak membuat saya menjadi “katak dalam tempurung”.

·       Cuek/tidak merasa rendah diri ketika ada orang yang menganggap status ibu rumah tangga adalah pekerjaan sebelah mata. Syukuri dan yakini diri dengan kata - kata afirmasi positif ke diri sendiri bahwa "saya bangga menjadi ibu rumah tangga, saya bahagia membersamai perjalanan dan pertualangan anak - anak beserta suami, tujuan hidup saya adalah membangun surga di dunia dan akhirat, aamiin".

perubahan yang dapat saya raih setelah saya menjadi ibu rumah tangga adalah : pertama, saya menjadi bisa menghargai waktu (untuk anak - anak, suami dan untuk saya sendiri), menjadi lebih disiplin dan konsisten menjalani jadwal kegiatan yang sudah saya buat. Kedua, tidak bermalas-malasan dan berani keluar dari zona nyaman agar saya bisa produktif dan berkembang. Ketiga, bisa menjadi pribadi yang lebih banyak bersyukur, sabar, ikhlas, dan memaafkan terhadap siapapun yang kurang menyukai status saya.

 

Bila peran itu bisa dijalankan secara bersamaan pastilah akan sangat menyenangkan. Namun bila dihadapkan pada suatu keadaan, dimana ibu terpaksa HARUS memilih. Yang perlu digaris bawahi adalah memilih peran bagi seorang ibu bukanlah hal yang mudah. Maka apapun peran yang ibu pilih, berbahagialah bu! Selamat menjalankan peran! berdamai dan kuatlah! semangatlah untuk dapat menaklukkan dunia. Karena sejatinya peran apapun yang seorang ibu pilih pastilah membawa manfaat dan pastilah bertujuan kebaikan untuk semua anggota keluarga.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar