Padahal sebenarnya menulis itu hanya modial usaha, niat dan kemauan aja. lihat saja jika sudah semangat, pasti apa saja bisa dijadikan tulisan. Sekedar menceritakan a day of my life aja bisa - bisa banget jadi tulisan yang panjang dan seru. Cuma ya itu tadi loh, rasa malas alias mager itu yang astaghfirullah susah banget buat di usir nya. Ya, memang sih! rasa malas tuh bisa hadir karena badan yang capek, isi kepala yang penuh. Dan tahu sendiri kan kalo rasa malas sudah mampir, pengennya rebahan sambil scrolling hp aja atau nonton film, gitu aja terus maunya kalo lagi mager. Tapi kan nggak mungkin ya, mau mager terus, malu atuhlah sama diri sendiri (lemak di perut) karena kan yang namanya rebahannya sambil scrolling hp atau nonton film kan nggak mungkin kalo nggak sambil ngemilin jajanan ya kaaaan! jadi ya gitu deh tahu - tahu nya timbangan jadi berat ke kanan dwehhh... hahaha
Rasa malas adalah suatu hal besar, yang jika dibiarkan terus menerus maka akan sangat mengganggu. Target menulis akan jadi lewat dari batas waktu yang di tentukan, bahkan tak jarang akhirnya jadi sama sekali tidak menulis lagi.
Oleh karena itulah sebaiknya kita harus bertekad untuk mencari cara menyingkirkan rasa malas untuk menulis. Berikut ini adalah tips atau cara menyingkirkan rasa malas menulis. Yang mungkin bisa teman - teman lakukan untuk menghadapi rasa malas memulai menulis.
6 Tips atau Cara Menghilangkan Rasa Malas Menulis
1. Lawan Faktor Penghambat Untuk Menulis
Cara mengatasi kemalasan dalam menulis yang pertama adalah melawan faktor yang memicu atau menghambat untuk menulis. Seringkali kita menemui masalah atau hambatan di tengah-tengah menulis. Hal inilah yang akan mengganggu sehingga memicu rasa malas saat menulis.
Hambatan atau gangguan yang hadir saat sedang menulis harus sebisa mungkin diminimalisasi atau bahkan dieliminasi agar tidak mengganggu. Cara mengatasi gangguan atau hambatan tersebut bisa dimulai dengan menghindari hambatan. Misalnya jika sering terganggu atau tergoda dengan notifikasi ponsel, maka kita untuk sementara waktu sebaiknya kita berjauhan terlebih dahulu dengan ponsel saat sedang menulis.
Atau misal bila kita sering terganggu dengan suasana di sekitar ruang yang
biasa digunakan untuk menulis, kita bisa berpindah tempat dan memilih
tempat yang lebih nyaman dan aman untuk berkonsentrasi menyelesaikan
tulisan. Selain itu, adanya gangguan atau hambatan juga bisa terjadi
dari orang sekitar. Atau jika saya pribadi, saya memilih menulis ketika anak - anak sedang beristirahat atau ketika di waktu pagi hari.
Namun faktor penghambat menulis lainnya, bisa jadi karena tidak percaya diri. Banyak kasus seorang penulis mendapat kritik keras dan komentar buruk dari seseorang yang membuatnya kurang percaya diri. Maka Hal ini akan menghantuinya dan bahkan menghambat kreativitas dalam menulis karena terus memikirkan kata orang lain. Maka hal ini juga harus segera diatasi dan harus mencari cara untuk menghadapinya. Kita harus sadar bahwa tak semua selera orang sama dan setiap orang memiliki gaya menulis yang unik. Jangan sampai takut dengan komentar orang lain dan tetap percaya diri dalam menulis. Karena dengan percaya diri, rasa takut akan hilang dengan sendirinya. Yang selalu harus diyakini adalah, setiap masing manusia diciptakan Tuhan dengan berbeda, fisik ataupun cara berfikirnya. Maka cara termudah untuk mengatasi kemalasan dalam menulis karena hal ini yaitu bisa dengan cara membaca karya sastra atau berbagai karya dari penulis terkenal dan mempelajari bagaimana gaya bahasanya, tata bahasa, dan lain sebagainya untuk memudahkan kita lebih percaya diri dengan gaya bahasa, tata bahasa, dan ide yang kita miliki.
2. Mengingat Kembali Tujuan Dari Menulis
Targetkan atau tetapkan tujuan kecil dengan membuat target tulisan. Misalnya bab 1 harus selesai dalam waktu satu minggu. Atau juga bisa menentukan dengan jumlah kata tertentu dalam waktu tertentu. Tidak perlu memiliki target yang besar, misalnya karya yang ditulis harus best seller atau harus sempurna tanpa revisi. Dengan menentukan target kecil, akan lebih mudah untuk kita menyelesaikan tulisan dan tidak terbebani dengan hal yang justru bisa memicu hambatan saat menulis.
3. Ciptakan Suasana Yang Nyaman Untuk Menulis
Hal ini sangat penting karena kenyamanan dan ketenangan saat menulis mampu menstimulasi otak untuk lebih fokus dan lebih mudah mendapatkan ide saat menulis.
Misalnya kita bisa memilih ruangan khusus yang benar-benar bisa membuat kita nyaman berada didalamnya. Memilih alat kerja yang mudah untuk digunakan, kita bisa memilih perabot menulis misalnya meja dan kursi yang nyaman dan sesuai ukuran tubuh kita agar tak mudah lelah.
Menciptakan juga suasana yang nyaman. Misalnya jika lebih nyaman menulis dengan didampingi suara-suara musik yang syahdu, kita bisa memutar musik kesenangan agar bisa menjadi lebih produktif. Namun jika kita menyukai atau membutuhkan suasana yang tenang dan sunyi, harus berusaha untuk menghindari sumber suara atau keramaian yang mampu mengganggu produktivitas menulis.
Jika bosan menulis di satu tempat, kita bisa berkeliling atau mengunjungi tempat nyaman lain untuk menulis. Misalnya ke kafe, ke perpustakaan umum, ke workspace, dan lain sebagainya.
4. Meluangkan Waktu Untuk Mencari Ide
Kekurangan ide yang menjadi masalah klasik bagi penulis pemula termasuk diriku. Harus diakui bahwa proses untuk menjadi seseorang yang mahir atau profesional memang membutuhkan waktu dan juga kerja keras serta konsistensi.
Oleh sebab itu, tak dipungkiri kita harus rajin menggali berbagai ide baru dan
kreativitas demi mengasah kemampuan dalam menulis. Caranya bisa
dilakukan dengan mudah sebenarnya. Misalnya saat kita bisa memulai untuk
berpikir lebih luas dan lebih bebas, kemudian menuliskan ide sebagai brainstorming baik di kertas maupun di aplikasi menulis. Untuk diri saya pribadi selama ini biasanya bila sedang tidak berada dirumah maka saya akan menulis di buku kecil atau di Note Hp yang mana nanti bila sampai dirumah akan saya pindahkan ke buku catatan.
Dengan cara tersebut, ide baru yang saya dapatkan akan terekspos sehingga saya akan menjadi lebih terbiasa untuk menulis bahkan untuk hal sekecil apapun dan tidak ada rasa malas saat menulis, kalopun ada rasa malas itu akan terkalahkan karena membaca catatan kecil di buku kecil. Atau kita juga bisa mengeksplor diri untuk membaca berbagai referensi sebagai referensi ide, datang ke museum, toko buku atau perpustakaan, membaca berita, jalan - jalan melihat pemandangan alam atau sekedar melihat lingkungan di sekitar tempat tinggal, dan lain sebagainya juga bisa membuat pikiran semakin luas dan terbuka.
Dengan memerhatikan kejadian dan peristiwa yang terjadi disekitar kita, maka kita akan lebih luwes saat menulis dan juga lebih kreatif serta inovatif. Hal ini penting sebagai bekal kita untuk menulis agar kita tak kehabisan ide, atau minimal tidak akan buntu saat menulis. Ini sangat ampuh sebagai cara mengatasi kemalasan dalam menulis.
5. Buang Alasan Apapun Untuk Menunda Menulis
Menunda menulis akan membuat kita malas dan secara tidak langsung akan membuat kita menjadi terbiasa mengabaikan target tulisan. Cara mengatasi kemalasan menulis untuk faktor ini adalah dengan harus tetap fokus dan ingat pada target menulis yang sudah ditetapkan. Sebagai penulis kita juga harus membuat skala prioritas dalam menulis sehingga ketika muncul rasa ingin menunda menulis, kita bisa kembali ke prioritas utamanya, yakni menulis.
Rasa malas untuk menulis biasanya berdampak pada produktivitas. Saat muncul ide untuk menulis, sebaiknya langsung dieksekusi saat itu juga. Kalau belum sanggup menyelesaikan satu tulisan penuh, kita bisa memulai dengan menuliskan beberapa kalimat untuk paragraf serta poin-poin penting.
Ide yang datang tak melulu menghampiri setiap saat. Beda jam, beda suasana ide yang mampir pun berbeda. Kesempatan baik seperti ini jangan disia-siakan, terlebih membiarkan ide cemerlang menguap begitu saja. Dengan langsung menerapkan teknik ini, dijamin kita gak bakal mager dan bisa melawan rasa malas untuk menulis.
Jika perlu, buat jadwal atau timeline secara khusus dan harus diperhatikan dan ditaati betul-betul untuk dapat menyelesaikan target tulisan. Buat timeline berdasarkan tema-tema atau poin-poin dan harus dipatuhi agar menulis tidak terasa berat dan tidak membuat kita untuk menunda waktu untuk menulis.
Usahakan juga jangan sampai membuang waktu dengan sia-sia dan percuma
hanya karena fokus terbuang dengan menunda tulisan. Perlu juga
membuat to do list agar menulis bisa jadi aktivitas harian yang tidak boleh ditinggalkan.
Musuh terbesar bagi seorang penulis memang muncul dari kebiasaannya membuang waktu, ingatlah waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali. Maka gunakanlah waktu yang kita punya dengan sebaik - baiknya.
6. Bergabung Dengan Komunitas Penulis
Komunitas penulis dapat menjadi tempat yang mendukung untuk dapat berbagi ide, pengalaman, dan tantangan sesama penulis. Interaksi dengan penulis lain dapat memberi inspirasi baru untuk menulis. Dengan berinteraksi dengan penulis lain, kita dapat belajar teknik, strategi menulis dan tips-tips menarik dalam menulis.
Kemampuan ini dapat membantu kita untuk mengembangkan keterampilan menulis. Bergabung dengan komunitas penulis memiliki peluang untuk membangun jaringan dengan penulis lain, editor, media massa dan jurnalis. Hal ini dapat membuka peluang kolaborasi, publikasi, atau kerja sama lainnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar