Minggu, 24 Maret 2024

IDUL ADHA DI TANAH RANTAU

05.04 0 Comments


Sehabis sholat subuh, ku buka jendela kamar kosku, waktu baru menunjukkan pukul 05.00 WIB. Angin perlahan menyibak hordeng jendela kamarku, tanpa terasa udara dingin memenuhi seluruh ruangan kosku yang hanya berukuran 3 x 3. Sambil berbaring dan bermalas - malasan, aku mendengarkan suara ayam jantan yang bersahut - sahutan bersamaan dengan alunan kumandang takbir dari masjid di ujung jalan, suasana di pagi itu sungguhlah syahdu, membuat lamunan ku terbang jauh pulang ke kampung halaman.

Hari ini adalah hari raya idul adha dan aku masih disini di kamar kosku, tanpa orangtua apalagi sanak saudara. Bukan aku nggak mau pulang, tapi keadaan tidak memungkinkan untuk aku bisa pulang ke kampung halaman. Jadwal libur hari raya yang mepet, ditambah banyaknya deadline laporan tugas yang belum aku selesaikan, adalah alasan utamaku untuk tidak pulang berlebaran di kampung halaman, sekaligus ini adalah kali pertama untukku merayakan hari raya idul adha di kota perantauan.

Idul adha tahun ini sungguh jauh terasa berbeda,  meski begitu aku harus tetap merasa bersyukur karena aku masih diberi kesempatan untuk merasakan solat idul adha dengan keadaan sehat walafiat. Sambil menunggu mentari bersinar, aku menghidupkan televisi tabung 20 inchi kesayanganku. Berkali - kali aku mencoba mengganti siaran televisi tapi sayang tak juga ku temukan acara TV yang menarik, hingga akhirnya ku biarkan televisi itu menyala dan menyiarkan berita pagi tentang kabar terkini dari penjuru negeri. Sambil mendengarkan berita pagi, aku menyiapkan pakaian dan peralatan sholat yang akan dibawa nanti ketika ke masjid untuk solat idul adha.

Suasana kosan yang lenggang hening tak seramai biasanya karena sebagian dari penghuninya sudah berada di kampung halaman, tinggallah beberapa orang yang tersisa dan itu sudah termasuk aku. Kebanyakan dari mereka yang tidak pulang kampung adalah yang berasal dari Sumatera, Kalimantan, Ambon, bahkan dari Papua. Kebetulan teman -  teman kosku saat itu memang berasal dari berbagai penjuru daerah di Indonesia.

Ketika sedang akan bersiap - siap untuk mandi, tiba - tiba saja handphone-ku berbunyi dan ternyata ibu menelepon

“Assallamuallaikum, udah solat subuh nak?” 

“Walaikumsalam, alhamdulillah udah bu” 

"Apa rencanamu hari ini nak? sudah masak apa?" tanya ibu kemudian,

"Ini mau mandi dulu terus siap - siap berangkat sholat" 

"Belum masak, nanti sih rencananya abis pulang baru mau masak nasi goreng, sarapan terus lanjut ngerjain laporan, tapi ntar kalau bosen paling main - main bentar ke depan sekalian jajan di minimarket depan kosan ya bu, hehehee" jawabku melanjutkan sambil cengengesan

"Yang penting hati - hati, selalu mawas diri.. Ya sudah kalau gitu sana siap - siap mandi dulu, ingat ya nanti sarapan! Jangan sampai enggak sarapan. Jaga kesehatan, makan jangan telat, sholatnya dijaga, jangan sampai lalai ya nak.. Assallamuallaikum" perintah suara ibu dari ujung telepon

"iya bu, siappp.. waallaikumsalam" jawabku sekenanya

Begitulah ibuku, dengan jadwal rutinnya, setiap pagi dan setiap hari ibu akan menelepon menanyakan agenda kegiatanku seharian apa saja, aku akan pergi dengan siapa? Dan aku kemana. Tidak pernah sekalipun ibu melewatkan hari tanpa tahu keadaan dan kabarku, juga aktivitas kegiatanku di kampus, kemudian nanti sehabis maghrib atau paling lambat sehabis isya, sebelum pergi tidur, ibu selalu akan memastikan kembali kegiatanku hari ini apakah berjalan dengan baik dan lancar atau tidak. Kalau sudah begitu, tidak tahan aku untuk tidak menceritakan kegiatanku hari itu, dari A - Z aku akan menceritakannya. Ibu adalah garda terdepan untukku dalam hal apapun, meskipun berjauhan namun tetap selalu ibu yang no 1. (Masyaallah beruntungnya aku memiliki ibu seperti dirimu, bu..)

...

Setelah mandi dan bersiap-siap, kemudian aku bergegas pergi ke masjid dengan beberapa teman untuk melaksanakan sholat idul adha bersama. Dalam perjalanan menuju masjid, suasana kali ini sungguh terasa sangat berbeda dengan hari raya idul adha di kampung halamanku, Kegiatan sholat di sini dilaksanakan di dalam masjid dan area halaman masjid. Sedangkan jika di kampung halamanku kami semua melaksanakan sholat idul adha di tanah lapangan. 

Selesai melaksanakan sholat idul adha dan mendengarkan khutbah sholat, kami pun berdiri untuk beranjak pulang kembali ke kosan. Ketika akan berjalan pulang, aku pun melihat ke arah luar area halaman masjid. Ternyata di depan jalan masjid sudah berjejer rapi beberapa hewan qurban berupa sapi dan kambing. Hewan qurban itu diikat dekat tiang dengan diberi makan rumput. Namun baru beberapa langkah kaki berjalan meninggalkan area halaman masjid, seorang ibu memanggil kami, 

"Mbak, mau kemana mbak?" 

"Pulang bu" jawab kami serempak

Sambil berjalan mendekat ke arah kami, ibu itu kembali bertanya,

"Mbak - mbak ini yang tinggal di kos bu Putu ya? Sudah dapat kupon qurban mbak?"

"Kupon? Belum bu.." hehehe jawab salah seorang temanku

"Iya bu, betul kami dari kos bu Putu" jawabku melanjutkan

lalu ibu tersebut pun meminta kami untuk menunggu sebentar. Melihat ibu tersebut pergi kami saling bertatapan dan berbisik - bisik, yang pasti kami sangat senang sekali dan tak menyangka karena akan dapat bagian kupon qurban dari masjid tempat kami ngekos, padahal kegiatan di lingkungan kos saja kami belum pernah ikut turun membantu. Ahhh.... sudahlah dasar anak kosan, paling nggak bisa emang kalau denger kata - kata "kupon" pikirannya langsung ke kupon hadiah, kupon gratis dan lain - lainnya, hahahaaa, senangnya....

Tak berselang lama, ibu tersebut kembali datang.

"Nanti daging qurbannya diantarkan ke kosan ya mbak -  mbak, di tunggu saja.. Oiya, ini ada nasi bungkus untuk sarapan" ucap ibu tersebut sambil menyerahkan kupon dan beberapa bungkus nasi.

Sambil menerima kupon dan beberapa bungkus nasi kami menjawab serempak "terimakasih bu".

Setelah berjabatan tangan dan mengucapkan terimakasih, kami pun berjalan pulang kembali ke kosan dengan penuh rasa bahagia dan syukur. Si sepanjang perjalanan pulang, senyum terus saja mengembang lebar di bibir kami semua.

Sesampainya di kosan, kami pun langsung kembali ke kamar masing - masing untuk melepas mukena dan berganti pakaian. Setelah itu, kami lalu berkumpul di ruang tengah untuk sarapan bersama. Tentu saja kami sarapan dengan nasi bungkus pemberian si ibu dari masjid tadi. Tapi ternyata di meja makan sudah tersedia beberapa menu. Sepertinya ibu penjaga kos yang mengantarkannya ke sini ketika kami sedang berada di masjid tadi. 

Tak perlu menunggu lama, kami pun langsung saja membuka tudung nasi (selama ini tudung nasi hanya menggantung di tembok tidak pernah terpakai, karena memang kami jarang masak, kalaupun masak hanya sekali makan saja). Dan sungguh betapa terkejutnya kami saat membuka tudung saji, ternyata ada opor ayam, ketupat dan sayur godog. Kami sangat terpana melihat semua lauk dan sayur yang tersaji di meja makan. 

Namun ternyata keterkejutan kami tak hanya sampai disitu, ketika kami membuka dan melihat isi nasi bungkus. kami saling bertatapan karena isi nasi bungkus itu berupa rendang daging sapi, sambal goreng krecek kentang ati ampela serta kerupuk udang. Betapa bahagia dan bersyukurnya kami semua saat itu, karena di hari raya idul adha ini meskipun kami semua sedang jauh dari orangtua dan keluarga. tapi menu makanan kami luar biasa banyak, enak dan nikmat. Betapa beruntungnya kami mendapat rezeki yang luar biasa, bukan hanya rezeki makanan tapi kami pun di kelilingi oleh orang - orang yang baik. Masyaallah tabarakaallah.

Beberapa menu makanan yang tersaji di depan ku kala itu adalah beberapa menu yang biasa dibuat / diolah ketika hari raya oleh ibuku, Comfort food / menu rumahan yang sederhana namun memiliki kekayaan cita rasa yang luar biasa. Menu - menu yang akan selalu dirindukan sejauh apapun aku pergi merantau. Ternyata benar meski aku pergi jauh dari keluarga tetap menu rumahan sang juara, menu lebaran ini mampu membuat pikiran ku terbang, melayang jauh pulang ke kampung halaman.

Tanpa disadari ketika menyuap nasi beserta dengan lauk pauk dan sayurnya, aku semakin dibuat terharu. Tak terasa, air mataku menetes tak tertahan. Menikmati semua menu makanan ini membuat aku rindu pulang, rindu ibu papa dan adikku. Opor, rendang dan sambel krecek adalah menu yang biasa diolah ketika lebaran oleh ibu saat di rumah. Namun ternyata bukan hanya aku, beberapa teman juga merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan. Tanpa terduga, emosi kami pun akhirnya meledak, kami menangis bersama, saling berpelukan untuk saling menguatkan satu sama lain. 

Di tanah rantau ini, kami adalah bersaudara, senasib seperjuangan. Sejak itu kami berjanji untuk akan saling menjaga dan saling menguatkan. Inilah kisah perjalanan perjuangan kami yang akan menjadi kenangan indah untuk anak cucu kelak. 


Senin, 18 Maret 2024

Idolaku Panutanku, Ibu

09.07 0 Comments

Warna jingga di langit senja indah sungguh

Dengan syahdu temani aku dalam teduh

Pikiranku melayang terbang jauh

Teringat dia sosok yang tak kenal keluh


Si pemilik tatapan mata teduh

Dengan suara lembut yang indah

canda tawa yang menyejukkan

Juga tangan yang selalu membuat kagum atas keterampilan nya

Serta pelukan hangatnya yang selalu kurindukan di setiap waktuku


Siapakah gerangan dirinya?

Yang rendah hati lembut dalam bertutur

Sederhana dan senantiasa bersyukur

Semangat nya membara tak pernah luntur

Jiwanya dimuliakan Tuhan

Wajah nya selalu berseri penuh kesabaran

Panas terik sampai hujan tak menjadi halangan

Setiap langkah kakinya penuh dengan keikhlasan

Dialah Ibuku, idolaku panutanku


Ibu adalah wanita hebat nan tangguh

Ibuku seorang guru taman kanak – kanak

Bagi ibu menjadi guru TK adalah marwah nya

Ibuku menginspirasi aku 

Dedikasi menjadi ibu sekaligus menjadi seorang guru

Meski aku bukan seorang guru untuk para murid

Namun aku adalah seorang guru untuk anakku

Untuk anakku kesayanganku, aku akan terus belajar menjadi guru


Ibu

Darimu, berkembanglah para laskar pelangi cilik

Darimu para bocah mungil itu mulai mengenal dunia dari membaca dan mengaji

Darimu para bocah mungil itu mengembangkan bakatnya -

Menyanyi, menari, berpuisi, mewarnai sampai melukis.

Dari mu para bocah mungil itu mengenal disiplin dan tanggung jawab.

karena usia dini dan taman kanak - kanak adalah usia emas

Usia yang paling berharga untuk menanamkan adab

Usia dimana waktunya penanaman nilai - nilai kebaikan 

Usia berharga untuk mengembangkan kemampuan diri


Sungguh menjadi guru bagi anak usia dini dan taman kanak - kanak

Sangatlah luar biasa, bukan hanya harus sabar dan telaten

Namun juga harus menguasai situasi keadaan

Menguasai kemampuan pendekatan pada anak usia dini

Karena itu untuk semua para ibu dan ibu guru Bersemangatlah! 



Ibu di setiap kali mengajar wajah nya selalu berseri,

Senyum manis selalau terus terpasang

Pelukan hangat tangannya selalu siap untuk di bagikan

Sejak pagi sampai pulang pun tetap selalu penuh semangat

Semua itu dilakukan, demi pencapaian sebuah tujuan,

Sebuah masa depan cerah nan gemilang anak – anak bangsa.


...

Ibuku adalah seorang guru di sebuah sekolah Taman Kanak – Kanak Aisyiah tepatnya yaitu di sebuah kota kecil yang bernama Kota Metro, ibuku sangat disayangi oleh semua muridnya, para murid memanggil ibu dengan  panggilan bunda / buk asih. Seperti namanya ibuku saat di sekolah memiliki sifat yang lembut dan penuh kasih sayang tapi tetap enerjik dalam berkegiatan, hal itu membuat semua murid selalu seperti tertular semangat enerjik milik ibu, selain itu para murid juga selalu merasa betah dan nyaman karena merasa disayangi penuh dengan cinta.

Pagi - pagi sekali ibu berangkat mengajar ke sekolah dengan menggunakan sepeda motor nya yang berwarna merah, ibu selalu datang lebih awal di banding murid - muridnya, semua itu dirinya lakukan karena tak ingin membuat para murid khawatir dan menunggu kehadirannya, karena loyalitas dan kasih sayang nya terhadap para murid tak jarang ketika musim panen tiba, ketika pulang sekolah sering kali motor merah ibu dipenuhi dengan berbagai macam hasil panen, mulai dari tomat, cabe, jagung, sayuran seperti terong, bayam atau kangkung. Masyaallah dan semua hadiah itu didapatkan ibu dengan percuma tanpa ibu meminta dan tanpa ibu membeli, para wali murid memberikan hadiah itu sebagai bentuk ucapan terimakasih mereka kepada ibu. 

Hingga pernah di suatu hari kabar kepergian ibu membuat mereka merasa sangat kehilangan dan bersedih, sampai beberapa hari dari waktu kepergian ibu pun masih ada beberapa orang yang datang bertakziah kerumah / makam ibu (yang tak lain mereka ini adalah para wali murid itu). Ibu memang sudah mengabdikan diri sebagai guru sejak tahun 1988 hingga 2017. Masyaallah, aku percaya pekerjaan ibu sebagai guru menjadikan penolong ibu diakhirat, yang bisa pemberat atas amal kebaikan ibu sehingga ibu bisa masuk surga tanpa hisab, aamiin.. alfatihah, Miarsih binti Karjan.




Berbahagialah ibu, Salam rindu

Anakmu yang selalu membanggakan dirimu. 




Sabtu, 16 Maret 2024

Kisahku dan Malaikat Kecilku

17.29 0 Comments

Sebuah senyum di ujung waktu

Memantik rindu merajut kalbu

Teringat aku pada kisah perjalananku

Ketika dulu selagi hamil malaikat kecilku


Sebuah babak baru, kisah hidupku

Sebuah perjuangan perjalanan sebagai calon ibu

Hadirnya cinta adalah ketika kita siap menerimanya

Tak perlu dipercepat ataupun diperlambat

Perjalanan akan membuat kita berpijar dengan penuh kejutan


Saat hamil malaikat kecilku

Tuhan menghadiahiku sebuah jarak

Untuk dapat ku renda menjadi tali kasih

Dan ku simpul menjadi sebuah cinta sekaligus rindu

Sepanjang waktu aku bersandar pada kesepian

Berteman pada dingin dan malam yang panjang

“Long distance marriage” begitu disebutnya

Dia disana dan aku disini

Sepanjang hari memantik rindu yang tak bertepi

Bertukar cerita melalui layar handphone milik kami

Ya! masa itu adalah dimana aku mendekap lirih arti kerinduan


Selalu mendamba dirimu, aku

Menciptakan rangkaian ribu asa

Berjuta cinta dan perhatian tercurah untukmu, anakku

Mengharap kesempurnaan menjadi milik kita

Tak ku sangka perjalanan saat itu begitu berat

Pantas, jika semua itu sepadan dengan pahala yang akan di dapat

Yaitu, Allah menjanjikan syurga tanpa hisab


Saat itu inginnya hanyalah

Duduk bersandar di setiap kesempatan

Dan merebahkan diri sepanjang waktu

Jika sudah begitu aku akan merasa tak bernilai

Dan tak berguna, untuk mereka para kesayanganku

Terkadang aku akan merasa mual sepanjang waktu

Berulang  kali ku coba mengisi perut ini,

Berulang kali pula perut ini akan terkuras habis tak bersisa

Jika sudah begitu akan berlanjut pada tahap berikutnya

Yaitu kepala akan terasa berputar tak tentu arah

Perut kram, panas pinggang, sakit punggung dan kaki bengkak

Mulut pahit bak terisi penuh brotowali

Permen jahe dan minyak angin menjadi andalan ku

Ahhh, sungguh..  aku sudah tak bisa menjabarkannya satu per satu

semua tentang rasa di kala itu


Saat itu aku masih dengan rutinitasku

Pagi hari sampai senja, bertarung bersama dengan sang waktu

Guna mengabdikan diri pada ibu pertiwi

Mencari tambahan agar tabungan aman terkendali

Sungguh luar biasa  perjuangan ku kala itu


Namun tetap saja ada yang mencemooh dan mengecapku

Mereka berkata aku wanita lemah, aku wanita pemalas

Bahkan ada yang dengan tega berkata,

Aku sedang merangkai sebuah drama

Agar tak diperbolehkan melakukan segalanya

Menyedihkan jika aku harus mengingat semuanya


Pernah di satu siang,

Karena panas terik dari sang surya

Badan lemah lemas tak bertenaga

Sepatu terjatuh sebelah pun aku tak kerasa


Tak jarang di setiap pekan

Aku harus berdiskusi dengan sang ahli

Untuk melihat diagnosa terkini dari tubuhku

Kesehatan ku dan kesehatan mu, Kesehatan kita

Jumlah darahku yang kurang dari normal

Tak jarang membuat ku harus mengikhlaskan hati

Pada sebuah jarum suntik untuk menembus nadi

Perih dan ngilu, ketika benda tajam itu menembus kulit ku

Tapi tak mengapa, ku lakukan ini karena cinta ku padamu


Nah, sudah seperti itu masih ada yang tega berkata aku drama?!

Memanglah benar,  setajam - tajam pisau lebih tajam lidah

Namun sudahlah biarkan saja,

Aku harus belajar mengalah

Sedih memang, tapi aku menjaga diriku untuk tidak marah

Aku tak ingin malaikat kecilku menyimpan luka

Dia suci dan murni, tak seharusnya dia mengenal benci


Allah maha tahu, Allah maha melihat

Maka tak perlu ku jelaskan pada siapapun

jelaslah Allah berjanji bahwa perjalanan kehamilan adalah pahala

Sakit dan lelah selama kehamilan tak akan sia – sia, semua ada balasannya

Bersabar dan ikhas adalah kunci utama


Itulah kisah ku 7 tahun yang lalu, 2016

Perjalanan perjuangan bersama malaikat kecilku

Menghadapi asam manis pahit kehidupan

Berdua bersama saling menguatkan


Malaikat kecil kesayanganku,

Biarkanlah doaku selalu membersamai dirimu

Tak ada waktu yang ku lewati, tanpa aku mendoakanmu

Saat subuh aku berdoa, semoga tuhan memberkahimu

Diantara senja dan adzan maghrib aku meminta kesehatanmu

Diantara hujan ataupun gerimis aku meminta kesempurnaan fisikmu

Pada doa malamku aku meminta kecerdasan dan kepintaranmu

Aku berharap Allah SWT mengabulkan  semua doa dan harapanku.

Aku bangga dan bahagia memilikimu



Teruntuk anakku, malaikat kecilku

Terimakasih sudah kuat sepanjang waktu

Terimakasih sudah bertahan dan berjuang bersamaku.













Aku ibumu ❤

Rabu, 13 Maret 2024

Apakah Ayam Merah Itu ?

09.32 0 Comments


Ayam adalah salah satu protein hewani yang banyak sekali digemari oleh banyak orang. Hal ini tentu saja dikarenakan karena daging ayam termasuk salah satu daging yang mudah untuk didapatkan, ayam juga kerap kali dijadikan sebagai bahan utama dalam berbagai macam masakan misalnya dari mulai rendang, gulai, opor, balado, sop sampai tumisan. Ayam memiliki sumber protein yang baik, serta rendah kandungan lemak jenuh, kandungan nutrisi yang lengkap membuat daging ayam menjadi pilihan protein hewani untuk dikonsumsi.

Biasanya kita bisa menemukan 3 jenis ayam yang dijual di pasar yaitu ayam negri / ayam ras / broiler ( ayam potong), ayam pejantan dan ayam kampung.

  1. Ayam negri / ayam ras /  broiler (ayam potong), memiliki daging yang cukup berlemak sehingga mudah lunak jika dimasak. Jadi, terasa empuk saat dikonsumsi. Harganya cukup murah dan banyak disukai oleh orang karena mudah ditemui dan terasa nikmat diolah menjadi apa saja.  ayam negri / ayam ras / broiler (ayam potong) biasanya diternak secara khusus di dalam kandang dan diberi vitamin, bentuk ayam ini terlihat lebih gemuk dengan warna kulit merah muda dan cenderung putih bersih, serta pucat. 
  2. Ayam pejantan. Ayam pejantan merupakan hasil dari ayam petelur yang berjenis kelamin jantan. Jadi, dinamakan sebagai ayam pejantan. Ayam pejantan biasanya cepat dipotong karena memang tidak menghasilkan telur sehingga mereka umumnya dipanen saat berusia 2 hingga 3 bulan. Ayam pejantan biasanya diternak di dalam kandang diberi pakan dan diberi vitamin. Dari segi bentuk tubuh, ayam pejantan lebih kecil dengan warna putih yang cukup bersih dan tekstur rasa daging yang sangat menyerupai dengan ayam kampung, meskipun jika dirasa lebih dalam tetap lebih manis dan gurih ayam kampung.
  3. Ayam kampung. Disebut sebagai ayam kampung, karena ayam ini diternak secara liar atau tidak diberi kandang dan pakan secara khusus. Meski demikian, ayam kampung adalah ayam yang paling mahal karena dagingnya terkenal manis dan gurih sehingga lebih lezat saat dikonsumsi. pada postur tubuh ayam kampung terlihat lebih panjang dibanding dengan ayam lainnya.

Namun ternyata kemarin ketika saya ke pasar, saya menemukan ada 1 jenis ayam yang berbeda dan tidak biasa, sepintas nampak seperti ayam kampung tetapi memiliki bobot sedikit lebih besar dengan harga yang lumayan jauh lebih murah dibanding dengan harga ayam kampung. 

Adakah teman – teman yang sudah tahu dengan ayam merah? Kalau saya, jujur saja baru pertama kali tahu tentang ayam merah ini. Karena penasaran dan ingin tahu saya pun mendekati penjual ayam merah tersebut untuk bertanya, Termasuk jenis apakah ayam merah ini? Dan si penjual pun menjawab, “ayam merah adalah ayam ras petelur yang sudah tidak produktif lagi, Karena sudah tidak bisa bertelur, maka ayam merah ini dipotong kemudian dijual untuk diambil dagingnya dan dikonsumsi”. 

Karena masih penasaran saya pun menggali lebih lanjut mengenai ayam merah ini pada sebuah artikel, dan benar saja ternyata ayam merah ini adalah ayam ras petelur, Ayam ras petelur ini merupakan ayam-ayam betina dewasa yang dipelihara khusus untuk diambil telurnya. Ayam ras petelur atau ayam merah ini memiliki ukuran yang tidak kurus, tetapi juga tidak terlalu gemuk dan bisa menghasilkan cukup banyak telur 250 – 300 butir telur per tahun. Ayam ras petelur / ayam merah ini disebut juga dengan ayam dwiguna karena selain dapat dimanfaatkan sebagai ayam petelur, ayam ras petelur atau ayam merah juga dapat dimanfaatkan sebagai ayam pedaging bila sudah memasuki masa afkir.

Singkat cerita, karena masih penasaran dengan si ayam merah dan bagaimana tekstur rasa dari ayam merah ini yang mana kata dari si penjual mirip sekali dengan ayam kampung, maka akhirnya saya pun membeli ayam merah tersebut, kemudian mengolahnya di rumah untuk menjadi menu masakan berupa opor ayam. Setelah mengolah nya menjadi opor ayam, saya pun jadi tahu bahwa daging ayam merah ini benar – benar memiliki tekstur seperti daging ayam kampung usia tua (karena dagingnya berotot keras) dengan kulit yang tebal dan keras juga. Oleh karena itu ketika akan mengolah ayam menjadi bahan masakan, saya pun memasak nya dengan bantuan panci presto. Ketika proses memasak ayam saya membutuhkan waktu +/-45 menit untuk mendapatkan tekstur daging ayam yang benar – benar saya inginkan, daging yang mulanya keras dan alot ketika sudah benar – benar matang berubah menjadi lunak dan lembut. Alhamdulillah keluarga (orang tua, suami dan anak – anak) sangat menyukai menu masakan yang sudah saya buat dan terlihat sangat lahap ketika menyantap opor ayam merah tersebut. 

Senin, 11 Maret 2024

Mengelola Emosi (Marah) ketika sedang berpuasa

09.15 0 Comments

Ramadhan bulan penuh rahmat dan keberkahan, Ramadhan mengajarkan orang yang berpuasa untuk selalu menjaga hati dari segala perbuatan dan perkataan yang tidak baik. Tujuan utama berpuasa adalah membentuk manusia menjadi insan yang bertakwaKetika bulan Ramadhan kita sebagai umat muslim diwajibkan untuk berpuasa, menahan diri untuk tidak makan dan tidak minum dari sejak terbit fajar sampai terbenam matahari. Puasa mengajarkan kita untuk menahan diri dari hawa nafsu duniawi, salah satunya menahan emosi (marah). Menurut kamus besar bahasa Indonesia, marah adalah sangat tidak senang (karena dihina, diperlakukan tidak sepantasnya dan sebagainya, berang, gusar, menjadi marah. 



Emosi atau Marah yang tak terkendali bisa merusak dan mengurangi pahala puasa. Sebagai manusia yang berakal kita perlu belajar untuk mengendalikan emosi terutama saat sedang menjalani puasa agar puasa kita menjadi lebih khusyuk dan bermakna, Rasulullah SAW bersabda, “Puasa merupakan perisai dari perbuatan yang sia-sia dan dosa”. (HR - Muslim).

Dalam sebuah riwayat juga, Rasulullah SAW pernah berwasiat kepada sahabatnya untuk tidak marah. Sebab, balasan bagi orang yang dapat menahan amarah adalah surga. 

Laa Taghdhab wa lakal Jannah Artinya ; "Janganlah marah dan bagimu surga". (HR. Al-Thabrani), dengan begitu dapat dijelaskan : Jauhilah hal-hal yang membuatmu marah atau dapat memicu kemarahanmu. 

Bahkan, disebutkan dalam sebuah riwayat, dimana artinya: Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, telah bersabda: "Orang yang kuat itu bukanlah karena jago gulat, tetapi orang kuat ialah orang yang dapat menahan dirinya di kala sedang marah." (HR Bukhari dan Muslim).

Maka puasa Ramadhan mempunyai peran sebagai pengontrol kestabilan emosi. Kestabilan emosi merupakan keadaan emosi seseorang yang diperlihatkan dengan sikap yang sesuai harapan sosial, tidak berlebih-lebihan dalam mengekspresikan emosi serta bisa menyeimbangkan antara kebutuhan fisik dan psikis. dengan begitu sudah sepatutnya bila orang yang berpuasa diminta untuk selalu berusaha menjaga lidahnya, mulutnya dan telinganya dari segala perkataan dan pendengaran yang sia - sia.

Imam Nawawi dalam Kitab al Adzkar mengatakan jika seseorang dicela oleh orang lain atau diajak berkelahi ketika sedang berpuasa, maka katakanlah "Inni Shaaimun, Inni Shaaimun (Aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa)" sebagaimana Sabda Nabi Muhammad SAW yang di riwayatkan oleh Imam al Bukhari dan Muslim yang artinya : "Puasa adalah membentengi diri, maka bila salah seorang kamu di hari ia berpuasa janganlah berkata kotor dan jangan teriak-teriak, dan jika seseorang memakinya atau mengajaknya bertengkar hendaklah ia mengatakan "Sesungguhnya aku sedang berpuasa". 

Lalu bagaimana jika sudah terlanjur emosi (marah), bagaimana cara agar kita mampu mengontrol emosi (marah) terutama saat sedang berpuasa? Sebagai makhluk sosial ataupun sebagai seorang ibu yang membersamai anak - anak tak jarang sering kali dengan sengaja atau tidak sengaja ada saja tingkah laku dari anak - anak yang memancing emosi kita. Dan begitu sempurnanya Islam, mengatur segala sesuatu nya, setiap masalah tak ada yang tanpa solusi, begitu pula untuk mengontrol emosi (marah), Berikut ini adalah anjuran yang diberikan oleh Rosulullah dalam mengontrol emosi (marah) yang bisa kita terapkan bukan hanya kepada orang dewasa tapi juga bisa di aplikasikan untuk anak - anak serta. 

  1. Mengendalikan cara bicara, selalu berusaha hindari kata - kata kasar, tarik napas dalam - dalam, lalu diam sejenak. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Jika kalian marah, diamlah." Karena dengan diam, kita bisa menghindari perkataan atau perbuatan yang bisa menambah masalah atau menyakiti orang lain. 
  2. Perbanyak baca ta`awudz. Rasulullah mengajarkan cara mengendalikan amarah saat puasa dengan memperbanyak baca ta`awudz. Sebagaimana sabdanya: "Sungguh saya mengetahui ada satu kalimat, jika dibaca oleh orang ini, marahnya akan hilang. Jika dia membaca ta’awudz: A’-uudzu billahi minas syaithanir rajiim, marahnya akan hilang." (HR. Bukhari dan Muslim).
  3. Mengubah posisi. Dalam sebuah hadits dikatakan, "Kalau kalian marah maka duduklah, kalau tidak hilang juga maka bertiduranlah." (HR. Abu Dawud).
  4. Perbanyak berdzikir dan beristighfar, sambil memikirkan dan merenungkan ciptaan-Nya yang luar biasa. Bayangkan juga tanda-tanda kebesaran-Nya, Nikmat-Nya, Dengan cara ini bisa membantu kita mengalihkan fokus dari emosi negatif ke emosi positif dan meningkatkan kesadaran akan kehadiran Allah SWT di setiap waktu. Mengontrol emosi (marah) kepada anak - anak kita bisa mengubah pikiran-pikiran negatif dengan pikiran positif. Misalnya ketika kita berpikir bahwa "kita TIDAK PERNAH BISA jadi orang tua yang baik", maka kita harus mengganti menjadi "kita SEDANG BELAJAR MENJADI orang tua YANG BAIK". dengan begitu diharapkan kita akan menjadi lebih jujur terhadap diri kita sendiri sehingga ada penerimaan dari hati kita terhadap rasa emosi (marah) bahwa bukan hanya anak - anak lah yang sedang belajar terhadap kontrol emosi tapi kita sebagai orangtua sebenarnya pun juga sedang belajar mengontrol emosi (marah) jadi ibarat sebuah kata, "sedang sama - sama belajar" Maka bila salah atau belum sempurna adalah suatu hal yang lumrah dan wajar sekali. 
  5. Berwudhu, Katanya Marah itu datangnya dari setan. Dan kita tahu bahwa setan itu terbuat dari api. Jadi, jika ingin meredam amarah yang terbuat dari api, maka berwudulah. Cara ini terbilang ampuh untuk meredam gejolak emosi kemarahan yang menguasai diri. Rasulullah saw bersabda,“Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudu." (H.R. Ahmad dan Abu Daud).

Semoga puasa ramadhan tahun ini menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang saleh dan mampu mengendalikan emosi (amarah), sehingga kita mendapatkan predikat puasa yang sempurna dan termasuk ke dalam insan yang bertakwa. Aamiin.