Mengulang,
Kamis 9 Februari 2017, dini hari 02.00 WIB Saat papa merasa kau akan berpulang,
Papa memanggil ku,
Dan terus melatunkan syahadat di telingamu, Menuntunmu dengan perlahan,
Aku? menggenggam erat tanganmu, menciumimu, memandang wajahmu,
Berdzikir sambil menahan tangisku,
Ku lakukan sekuatku,
Ketika ku tahu dirimu telah berpulang,
Dadaku panas, aku tak sanggup lagi,
Jerit ku sekuatnya,
Aku memanggil namamu,
Tangisanku tak bisa lagi tertahan,
Ku peluk erat dirimu, ku terus memanggil dan menciumi wajahmu,
Entah kekuatan super apa yang merasuki ku,
Suara dariku menggema membuat malam hari yang harusnya sunyi dan lelap, menjadi ramai.
Semua berlarian menuju rumah kita, bu..
Mereka bertanya, memastikan atas apa yang terjadi,
Sedang Bibir ini kelu bu..
Aku tak sanggup mengucapkan apapun..
Jangankan berkata-kata,
Memandang mereka saja aku tak sanggup,
Mungkin mereka pikir aku bodoh?
Biarlah mereka mengira aku begitu.
Aku hanya tak rela berpisah denganmu bu,
Aku membutuhkan mu,
aku tak bisa tanpamu,
Apa jadi nya aku tanpa dirimu..
Berkecamuk fikiranku saat itu,
Betapa kasihannya, aku si “ibu baru” yang kini tak memiliki ibu
…
Sekarang, Februari 2024,
7 tahun sudah berlalu bu
Waktu seakan berlari cepat, sedangkan aku masih dalam kerinduan yang sama
Ahhh, bu…
Jika ingat hari kepergian mu,
aku merasa aku salah,
betapa jahiliyah nya aku,
marah - meratapi kepergianmu,
Menangis meraung-raung..
Aku menyesalinya,
Tapi biarlah bu, semoga kau mengartikan itu sebagai bentuk cintaku padamu
Ketidak relaanku berpisah denganmu,
kau adalah separuh jiwaku, bu..
kau adalah rumahku, tempat ku pulang..
Tempatku bercerita dan bertukar pikiran,
Tempatku bertanya segala hal,
Ibu adalah my supermom..
Bu, Sekarang jika kau lihat rumah kita,
Ada yang berbeda tak seindah dulu,
Meski kini ada ramai renyah suara dari hiruk pikuk anak - anakku,
Namun ada sudut yang tak tersentuh dengan kehadiran mereka,
Bukan ku tak bersyukur,
Tapi jika boleh berandai-andai,
Alangkah lebih indah dan lengkap bila masih ada dirimu bu,
Sosok kehadiranmu sangat di rindukan bu,
Bukan hanya untukku, tapi untuk semuanya,
Ya, termasuk juga anak - anakku yang rindu sosok kehadiran mu sebagai “uti” mereka..
Tahukah bu, sekarang aku mulai melakukan semua hal yang menjadi kebiasaan mu,
Aku mulai mempelajari hal - hal yang menjadi hobi mu dulu,
Tahukah bu, bukan hanya ragamu, ,
wangi tubuhmu, suara mu, sentuhan mu, pelukan mu, omelanmu saja aku menginginkan nya,
Aku rindu semua tentang mu, bu..
Inilah bu,
Kerinduan ku,
dengan rindu yang tak berujung,
kerinduan hati ku padamu,
Kecintaan ku padamu,
Kau adalah syurgaku,
Ibu, kau lah sumber kekuatan super ku..
Segalanya dari dan untuk ibu..
Alfatihah, Miarsih binti karjan..
Anakmu - Metro, 11 Februari 2024

Tidak ada komentar:
Posting Komentar