Assalamu'alaikum,
Bismillahirrahmanirrahim..
Selalu aku merasa waktu berjalan seakan berlari, rasanya baru kemarin hari minggu sekarang sudah hari minggu lagi dan esok adalah hari senin, Ketika waktu terus berlalu dengan cepat tapi iman dan taqwa tidak mengalami peningktan kualitas, Astaghfirullahaladzim Naudzubillah min dzalik
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian)”.
Tadi sore ada kejadian peristiwa yang membuat diri ini menjadi semakin rindu ibu, Sudah 7 tahun ibu meninggalkan dunia ini, tapi tak sedetik pun saya melupakan beliau, tak sedetik pun tidak rindu beliau, bahkan cinta kasih saya semakin menjadi – jadi setelah beliau tiada. Semua hal yang bisa saya jadikan tambahan pahala untuk beliau, selagi saya punya dan saya mampu, saya akan mengusahakan untuk melakukannya, insyaallah akan selalu begitu selamanya sampai umur saya tiada lagi. Apalah saya tanpa ibu? Saya pastilah tidak menjadi siapa – siapa dan tak mungkin bisa sehat sampai sebesar ini, semua itu karena berkat perawatan dan kasih sayang ibu yang tiada tara. Masyaallah
Tadi sore ada seorang ibu wanita paruh baya yang dating ke rumah usia nya sekitar 50 – 60 tahun, Wanita itu menawarkan beberapa sisir pisang sereh. Karena saya kemarin baru saja membeli beberapa macam buah – buahan dan termasuk juga pisang, Maka saya pun menolaknya dengan halus, tapi tak disangka wanita tersebut lanjut menanyakan almarhumah ibu, beliau bercerita bila dahulu anak – anak nya (2 orang kakak dan adik ) adalah murid almarhumah ibu ketika masih sekolah di TK (almarhumah ibu dahulu adalah seorang guru di TK Aisyiah Purwoasri) dan wanita itu pun bilang bercerita bahwa almarhumah ibu adalah orang yang sangat baik, almarhumah ibu bukanlah sekedar ibu guru bagi anak – anak nya, dulu ketika anak – anak nya masih TK dan bersekolah di sekolah tempat ibu mengajar, wanita ini sedang berada di negara Taiwan karena dirinya adalah seorang TKW (Tenaga Kerja Wanita) dan anak – anak nya berada dirumah bersama dengan suami dan neneknya, rasa belas kasih almarhumah ibu yang mengetahui keadaan anak muridnya ditinggal ibu bekerja jauh lah yang menjadikan almarhumah ibu selalu memperhatikan anak – anak dari wanita tersebut lebih dari murid yang lain. Masih dari cerita wanita tersebut, bahkan pernah disuatu hari ketika salah 1 dari anak wanita tersebut sakit, almarhumah ibu yang membawa anak dari wanita tersebut berobat ke klinik kesehatan dan membantu biaya pengobatannya. Bahkan ketika anak – anak dari wanita tersebut sudah lulus dari TK almarhumah ibu pun masih sesekali mengunjungi rumah dari muridnya itu, bahkan ketika nenek anak – anak nya meninggal ( ibu dari wanita tersebut) almarhumah ibu datang melayat ke kediaman nya dan suami beliau lah yang memberitahukan kabar tersebut kepada dirinya karena saat itu dirinya sedang berada di Taiwan dan tidak bisa pulang karena masih terikat kontrak kerja.
4 tahun lalu wanita ini pulang ke Indonesia, kemudian mencari keberadaan ibu dengan datang berkunjung ke sekolah tempat ibu mengajar, betapa sedihnya wanita ini ketika mendengar kabar dari teman – teman almarhumah ibu, bahwa ibu sudah berpulang (meninggal). Beberapa kali wanita ini mencoba datang berkunjung ke rumah, bahkan di waktu lebaran, tapi qudarullah belum berhasil untuk bertemu dengan saya atau anggota keluarga yang lain, dan betapa senangnya disaat dia berkeliling menjajakan pisang dan lewat didepan rumah, pintu gerbang rumah kami terbuka dan melihat ada orang yang berada di luar rumah (sebelum bertemu dan berbincang dengan saya, wanita ini lebih dulu bertemu dengan adik saya di halaman ketika sedang mencuci mobil). Setelah pulang nya wanita, pecahlah sudah air mata yang tertahan, Masyaallah subhanaallah ibu.. begitu indahnya dirimu bu, bahkan setelah 7 tahun dirimu berpulang masih ada saja orang yang mencari dirimu, tak jarang ada beberapa yang bahkan ingin membalas kebaikan yang pernah kau tebarkan. Masyaallah..
Allah subhanahu wata'ala berfirman dalam Al-Qur'an surat al-Zalzalah ayat 7 sampai 8,
فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ ٧ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ ࣖ ٨
Artinya: “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula” (QS. al-Zalzalah: 7 - 8).
Dan dalam QS. Yasin ayat 12 Allah subhanahu wata'ala berfirman:
اِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتٰى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوْا وَاٰثَارَهُمْۗ وَكُلَّ شَيْءٍ اَحْصَيْنٰهُ فِيْٓ اِمَامٍ مُّبِيْنٍ ࣖ ١٢
Artinya : “Sungguh, Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang jelas (Lauh Mahfuzh)”. (QS. Yasin [36]: 12)
Ayat ini semakin menegaskan bahwa apa yang kita kerjakan di dunia adalah investasi untuk akhirat. Artinya, kehidupan akhirat kita akan sangat tergantung dari apa yang kita kerjakan dan investasikan di dunia ini. Seperti almarhumah ibu, saya sangat percaya ibu adalah orang baik selain menjadi ibu yang baik bagi saya dan adik, Ibu adalah seorang guru adalah guru yang baik pula. Ibu adalah teladan terdekat yang selalu saya jadikan panutan juga motivasi untuk terus berkembang dan bermanfaat bukan hanya untuk diri sendiri dan keluarga tapi jug auntuk lingkungan sekitar tempat tinggal.
Salah satunya hadis Rasulullah SAW mengenai amal jariyah dari orang yang sudah meninggal, Maka diceritakan dari Abu Hurairah sebagai berikut,
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Artinya: "Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang sholeh." (HR Muslim).
Berdasarkan hadits tersebut, orang yang melakukan amalan jariyah semasa hidupnya akan mendapatkan pahala yang terus mengalir meskipun telah meninggal dunia, Masyaallah sungguh beruntung nya ibu diriku sebagai anakmu ikut merasakan kebaikan yang dirimu tebarkan.
رَّبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيراً
Artinya: "Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu kecil."
للَّهُمَّ اغْفِرْلَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ
Artinya: "Ya Allah, ampuni-lah, rahmati-lah, bebaskan-lah, dan lepaskan-lah dia. Dan, muliakan-lah tempat tinggalnya, luaskan-lah dia. Dan, muliakan-lah tempat tinggalnya, luaskan-lah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkan-lah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran.”
Untuk semua teman – teman yang masih memiliki orang tua bersyukurklah dan berbahagialah dengan orang tua kalian, berbaktilah dan berikan cinta kasih tulus untuk mereka selalu setiap waktu, Karena ketika salah satu atau bahkan keduanya sekaligus sudah meninggal kerinduan dan kesedihan kehilangan mereka adalah kesakitan luar biasa yang tak akan bisa terobati sampai kapan pun.
Terimakasih,
Salam sehat dan bahagia selalu untuk kita semua,
Dan semoga Bermanfaat..
Metro, 18 Februari 2024
Sumber tulisan untuk hadist dan doa : https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5803531/6-perkara-bermanfaat-bagi-orang-meninggal-bisa-diamalkan-keluarga. https://www.detik.com/hikmah/doa-dan-hadits/d-6695687/doa-untuk-orang-tua-yang-sudah-meninggal-agar-masuk-surga. https://rumaysho.com/1013-doa-meminta-perlindungan-dari-sifat-malas.html https://www.detik.com/hikmah/doa-dan-hadits/d-7129953/bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-lengkap-dengan-artinya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar