Adalah merupakan salah satu sastra lama yang telah menjadi tradisi budaya, tradisi lisan secara turun temurun dari nenek moyang. Tradisi lisan ini telah berkembang dari zaman ke jaman dan kerap dijadikan sebagai cerita sebelum tidur untuk anak cucu mereka.
Dongeng diceritakan untuk hiburan, meskipun dalam kenyataannya banyak cerita dalam dalam sebuah dongeng yang melukiskan kebenaran karena mengandung pelajaran moral, bahkan sindiran. (sumber ; Gramedia-PengertianDongeng )
Jadi mendongeng merupakan keterampilan berbahasa lisan yang bersifat produktif. Mendongeng merupakan seni menggunakan bahasa, vokal, gerak tubuh dalam menuturkan dongeng atau cerita kejadian di masa lampau. Kegiatan mendongeng sudah dilakukan oleh berbagai suku bangsa di dunia secara turun-temurun. Di indonesia sendiri mendongeng merupakan tradisi yang sudah dilakukan sejak berabad-abad yang lalu.
Mendongeng merupakan kegiatan yang terlihat sepele, tetapi sebenarnya memiliki banyak sekali manfaat penting terutama bagi pertumbuhan dan perkembangan jiwa anak.
Dan berikut ini adalah 6 manfaat dari mendongeng bagi pertumbuhan dan perkembangan anak (sumber : Gramedia-Manfaatdongeng )
- Melatih perkembangan kognitif anak.
- Menambah kosa kata baru.
- Meningkatkan imajinasi kreatifitas anak.
- Membuka wawasan baru.
- Mengajarkan kecerdasan sosial dan emosional.
- Mempererat bonding / hubungan orang tua dan anak.
Contoh dongeng dunia yang sangat familiar kita dengar adalah "Cinderella, Beauty and The Beast, Hansel and Gretel, Aladin and the Magic Lamp, dll" sedangkan contoh dongeng Indonesia adalah Sangkuriang, Bawang Merah dan Bawang Putih, Ande - Ande Lumut, Lutung Kasarung, dll".
…
Sabtu, 24 Februari 2024 saya mengikuti kegiatan seminar pelatihan safari dongeng yang diadakan oleh kampung dongeng Indonesia, dengan narasumber kak Awam Prakoso (seorang founder dari Kampung Dongeng (KaDo) sekaligus seorang aktivitis Pendongeng Nasional). Safari Dongeng kemarin terselenggara di gedung Sesat Kota Metro. Safari dongeng kali ini mengangkat tema tentang,
"Konsep Dasar Mendongeng (Strategi Mendongeng) dan Praktik Penerapan Dongeng, Teknik Memilih Cerita dan Mengkreasikan Alurnya".
Kegiatan safari dongeng ini berlangsung sejak pukul 08.30 WIB sampai pukul 14.00 WIB, Kegiatan safari dongeng kemarin sungguh sangat menyenangkan apalagi terutama untuk saya yang masih sangat pemula di dunia dongeng dan baru akan memulai terjun ke dunia kampung dongeng. Selama kegiatan berlangsung, saya sama sekali tidak merasa bosan apalagi mengantuk, justru semakin siang malah semakin saya bersemangat dan saya sangat antusias sekali dengan materi yang disampaikan.
Kak Awam Prakoso menyampaikan materi dengan sangat menarik dari mulai mengajak bernyanyi, bermain tebak - tebakan sampai praktek belajar mendongeng bersama beliau, Karena kegiatan tersebut sehingga timbul lah rasa semangat dan bahagia pada para pendengar / penonton nya. tak jarang sesekali kata-kata pertanyaan dinyanyikan diplesetkan oleh kak Awam sehingga membuat riuh penonton ramai ketika acara. Beliau berhasil membawa kami para penonton merasa ikut terlibat langsung dalam setiap scene yang di praktekan nya bukan hanya melihat tapi juga merasa terlibat rasa emosional. Masyaallah
Berikut ini adalah ringkasan materi yang berhasil saya rangkum pada kegiatan safari dongeng kemarin,
Menurut Kak Awam Prakoso, Mendongeng merupakan metode yang disampaikan secara bertutur,
menceriterakan kejadian sekitar dengan gaya bahasa anak-anak (termasuk
aspek tekhnis suara) agar mudah dicerna oleh anak. Selain itu, unsur
yang sangat penting dalam mendongeng yaitu mengandung pesan kebaikan
bagi anak dan mendongeng adalah kegiatan kreatif yang dapat dilakukan oleh siapa saja, dimana saja dan kapan saja.
- Dongeng dapat dilakukan untuk siapa saja, sesuai dengan integritas, kompetensi bahkan bisa dengan kolaborasi.
- Dongen bisa dilakukan dimana saja, di rumah, di sekolah atau saat event kegiatan.
- Dengan dongeng diharapkan dapat memberikan cerita yang berisi makna dan manfaat disetiap kesempatan yang ada.
- Dongeng dapat dilakukan untuk kebutuhan apa saja (dapat pula disesuaikan dengan tema kegiatan).
- Dongeng dapat dilakukan dengan menggunakan melalui media apa saja, yang utama adalah bebas dan kreatif.
Hal – hal yang perlu kita perhatikan sebelum memulai bercerita adalah :
- Menyesuaikan dengan lokasi kegiatan mendongeng ( dirumah – di sekolah – di suatu acara event).
- Sesuaikan dengan usia anak.
- Menyesuaikan dengan tema cerita.
- Menyesuaikan dengan kreatifitas (melalui suara, ekspresi gerakan, panggung wayang, papan flanel dan lainnya).
Saat membacakan dongeng pendongeng diminta untuk bisa kreatif dalam mengolah cerita, mendongeng itu ibarat bahan makanan yang akan terasa lebih nikmat bila bahan makanan tersebut diolah / dimasak dan diberi bumbu penyedap terlebih dahulu sebelum disajikan kepada penikmatnya.
Baca berulang naskah cerita untuk mendapat pemahaman tentang materi cerita
Membuat pointer (scene) dari tiap adegan dongeng (membuat outline / alur cerita dalam cerita, kemudian membaginya menjadi beberapa bagian improvisasi dan ilustrasi (membangun skenario))
Kreasikan narasi pada dialog sesuai dengan keinginan yang diminta oleh penggagas ide cerita.
Mendongeng melalui penguatan karakter, bisa melalui gerakan, musik / lagu, alat peraga atau interaksi dengan pendengar.
Berikut ini adalah contoh cerita yang diberikan oleh kak Awam Prakoso dan kami para peserta diminta untuk buatkan outline / scene nya,
- Semut bangun tidur siap mencari makan
- Berjalan sendiri tidak mau ditemani
- Melihat roti yang besar siap untuk dibawa pulang
- Rombongan semut mendekat dan memberi pertolongan
Maka bila berdasarkan dari outline / alur cerita di atas dapat dijelaskan dengan sebagai berikut,
Pertama, pada cerita semut pendongeng diminta untuk mengetahui waktu yang tersedia untuk mendongeng (apabila kegiatan mendongeng ini terjadi di rumah atau disekolah lihat bagaimana kondisi pendengar, disini tentu artinya adalah anak - anak, apakah sudah terkondisikan dengan baik dan nyaman atau belum. Namun Apabila kegiatan mendongeng terjadi suatu event tertentu langsung saja tanyakan pada pihak panitia waktu yang disediakan, dan tetap utamakan keterlibatan pendengar) untuk membagi waktu pada setiap outline nya, yang mana dari masing – masing setiap outline bisa diberikan waktu 5 – 7 menit (menyesuaikan dengan keadaan ketika kejadian ).
Kedua, bila waktu ternyaman sudah diketahui langsung saja dari satu cerita pendongeng diharapkan bisa membagi menjadi beberapa menit untuk setiap outline nya. Contoh, dalam satu cerita kita bercerita dalam waktu 7 menit, dan kemudian 7 menit dibagi menjadi 4 bagian, Maka hasil nya 1 outline cerita kebagian waktu 1,5 menit sisa 1 menit bisa di fungsikan untuk mengkondisikan keadaan.
Ketiga, kemudian diharapkan pendongeng mampu mengeksplorasi tema yang ada dengan improvisasi atau bisa juga melalui penguatan karakter yang ingin ditunjukkan kepada para penonton. (bila penguatan karakter melalui gerakan, lakukanlah gerakan dengan perlahan agar setiap dari pendengar mampu menerima dengan baik dan dapat merasa langsung terlibat di dalamnya, sehingga yang sangat diharapkan keterlibatan emosi dari penonton akan tersampaikan). Saat kegiatan mendongeng berlangsung jangan lupa untuk selalu mengajak penonton untuk terlibat.
Pendongeng diminta untuk kreatif dalam menyajikan cerita :
- Kreasi suara (narasi, dialog, efek, ilustrasi)
- Kreasi wajah
- Kreasi gerak
- Kreasi media pendukung
Pendongeng juga dimintai kreatif dalam membuka suatu acara pertunjukan,
- Nada, bisa melalui lagu atau bernyanyi bersama.
- Melalui gerakan yang atraktif tapi ingat untuk tidak berlebihan.
- Tebak siapa aku ? Bermain tebak - tebakan bersama para penonton.
Pendongeng juga diminta atau diharapkan untuk bisa kreatif peraga, maksudnya disini adalah peraga dalam cerita bukan hanya dalam menggunakan boneka tapi banyak sekali alat peraga yang bisa diciptakan melalui media dari lingkungan yang ada di sekitar kita. Dalam bercerita sebaiknya pendongeng mampu menarik emosi anak maka dari itu penting bagi pendongeng untuk dapat melakukan interaksi dengan baik (sehingga yang diharapkan pendongeng bisa menggunakan waktu seminimal mungkin namun tetap bisa mengena di hati pendengar / penonton nya).
Berikut ini adalah cara membuat cerita mudah untuk anak – anak :
- Menentukan tema cerita.
- Menentukan ide cerita.
- Menentukan konflik dari cerita yang akan dibawakan.
- Membuat outline (kerangka alur cerita).
- Menggambarkan cerita berdasarkan dari penjabaran outline (Jabarkan berdasarkan dari imajinasi).
Dan kurang lebih seperti itu lah beberapa materi yang telah disampaikan oleh kak Awam Prakoso ketika mengisi acara safari dongeng kemarin. Saya mengucapkan syukur alhamdulillah kepada Allah SWT karena lagi - lagi saya diberikan kesempatan untuk belajar dan menambah ilmu, Dongeng terkesan sepele namun membawa banyak manfaat bagi kita dan anak - anak terutama.
Ada pun berikut beberapa kata - kata motivasi dari kak Awam Prakoso yang ngena langsung ke diri saya pribadi,
“Tidak ada anak yang terlahir dengan masalah, tapi orang tua lah yang diminta untuk lebih kreatif lagi” dan "Mendidik anak merupakan proses yang tidak mengenal kata selesai.
Tidak ada teori Parenting manapun yang bisa seperti sulap atau kelas
perkuliahan, sekian tahun selesai. Salah satu teknik ampuh komunikasi
persuasif yang disukai juga diterima nalar anak-anak adalah dengan
bercerita atau mendongeng."
Setelah mengikuti kegiatan safari dongeng sebagai orang tua saya sangat berharap saya mampu membangun bonding yang kuat bersama anak - anak.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar