Rabu, 21 Februari 2024

Hujan, Rindu dan Doa


Langit senja dengan warna yang menggoda, 

Sekumpulan burung kembali pulang ke sarang, 

Sungguhlah indah karya sang pencipta,

Ketika birunya langit berubah menjadi jingga.. 



Ku tatap senja bersama teh hangat,

Namun tiba - tiba gerimis hadir datang merapat, 

Senja dengan rintikan gerimis yang berirama, 

Mengingatkan aku pada seseorang yang telah tiada..


Pada sosok teduh dengan senyuman hangat, 

Dengan tangan yang mampu menghadirkan ribuan rasa, 

Dengan pelukan yang mampu menghapus segala resah dan penat, 

Dengan Doa nya yang tak mungkin tertolak oleh Tuhan yang kuasa, 



Wangi hujan hadir bersama senja, seakan sedang berbisik menyebut namamu,

Rintiknya seakan sedang menceritakan sebuah kerinduan, 

Kerinduan seorang anak pada ibunya yang telah tiada, 

Angin dingin berhembus, perlahan menghapus air mata, 

Mungkinkan hujan sedang memahami rasa rinduku? 



Rasa yang tak mungkin dijelaskan, 

Pada siapa pun meski aku katakan, 

Kerinduan pada kesayangan yang teramat dalam, 

Rindu yang hampir hadir di setiap malam, 



Ketika malam hari telah datang, 

Ku duduk bersujud sembari berdoa, 

Berpayung gelapnya langit dengan atau tanpa bulan bintang, 

Ku titipkan ribuan rindu ku untukmu pada yang maha kuasa, 



Ibu, Aku merindu.. 




Februari - memberi ku kenangan, 

Disuatu malam sehabis hujan aku kehilangan,

Langit terang dengan bintang dan bulan, 

Untuk terakhir kali, aku memeluk erat si kesayangan, 


Setelah selepas engkau tiada, 

Setiap sehabis hujan, kini wangi nya tak lagi sama, 

Setiap sehabis hujan tak seperti dulu, rasanya selalu berbeda, 


Jutaan Ribu detik waktu telah berlalu,

Tentangmu terbingkai indah di dalam kalbu,

Wangi tubuh dan senyumanmu tertanam pada jiwa raga ku,

Aku tlah kehilangan dan tak mungkin bertemu..



Setiap kali hujan turun lagi, ku upayakan melangitkan doa dan mengangkat kedua tangan, 

Merangkai kata dengan membentuk ribuan doa untuk mu wahai kesayangan, 

Bagiku selepas kepergianmu, 

Menemukan waktu tanpa mengingatmu adalah hal tersulit, 

Setiap detik yang bergerak adalah rindu dan membuatku semakin ingin memelukmu erat, 

Dalam ketabahan, ku sembunyikan dalam - dalam kerinduan ku, 

Karena aku tak ingin siapapun tahu, termasuk juga dirimu, 

Aku akan selalu melangitkan ribuan doa untukmu, ibu.. 



Doa ini bukan sembarang doa, 

Doa ini adalah kerinduan dari anakmu, ibu.. Rindu bertemu 











Metro, 21 Februari 2024

Tidak ada komentar:

Posting Komentar