Minggu, 25 Februari 2024

Tradisi Sebelum Lebaran "Ziarah Kubur dan Munggahan"

       Saat ini kita sudah memasuki pertengahan bulan syaban, Maka artinya tidak terasa bulan Ramadhan sebentar lagi akan tiba dalam hitungan beberapa hari lagi.

Dilansir dari <i>detikNews</i>, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan awal atau 1 Ramadhan 1445 Hijriah pada 11 Maret 2024. Penetapan tersebut berdasarkan pada hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Tarjih dan Tajdid.

        Meskipun begitu untuk kepastian waktunya, sebaiknya kita masih harus menunggu pelaksanaan sidang isbat serta pengumuman resmi kapan awal Ramadhan 2024 versi dari pemerintah. Karena biasanya Pemerintah dan NU menggunakan metode rukyatul hilal untuk penentuan awal bulan. Hal ini berbeda dengan Muhammadiyah yang menggunakan metode hisab wujudul hilal.

        Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat dirindukan kedatangannya dan disayangkan kepergiannya, semua orang mencintai bulan ramadhan karena bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan berkah dan juga penuh ampunan, berdasarkan hadits riwayat Ibnu Majah “Ramadhan itulah bulan yang Allah memfardlukan atas kamu berpuasa di dalamnya dan aku telah mensyari’atkan untukmu ibadah malamnya maka barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan dan beribadah di malam harinya karena iman dan mengharap akan Allah, maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti seorang bayi yang dikeluarkan dari rahim ibunya”. Masyaallah begitu luar biasa indah dan mulia nya bulan Ramadhan maka pantas saja jika bulan Ramadhan menjadi bulan yang sangat ditunggu - tunggu oleh semua umat muslim di seluruh penjuru dunia.

         Menjelang bulan Ramadhan biasanya masyarakat di belahan dunia memiliki kebiasaan atau tradisi unik yang akan dilakukan secara turun temurun untuk menyambut datangnya bulan penuh berkah tersebut, Begitu pula yang terjadi dengan umat muslim di Indonesia, dengan jumlah populasi muslim terbesar di dunia yang terdiri dari beraneka ragam suku budaya tak jarang pada beberapa wilayah daerah di Indonesia juga memiliki kebiasaan atau tradisi unik dalam merayakan datangnya bulan suci Ramadhan.

        Dan tradisi yang masih aktif dilakukan oleh Masyarakat desa di tempat tinggal saya untuk menyambut bulan suci Ramadhan pada bulan syaban adalah “Ziarah Kubur dan Munggahan”.

1.  Tradisi Ziarah Kubur

Tradisi Ziarah Kubur biasanya dilakukan pada pertengahan bulan syaban sampai akhir bulan syaban. Ziarah Kubur adalah kunjungan ke tempat pemakaman, biasanya dilakukan secara individu maupun secara berkelompok, dengan tujuan mendoakan keluarga atau sanak saudara yang telah meninggal dunia namun sebelum mendoakan, biasanya terlebih dahulu  peziarah akan membersihkan makam dan menaburkan bunga pada makam.

       Tradisi kegiatan Ziarah Kubur ini memiliki hikmah yang terkandung dalamnya, yaitu

  1. Untuk mengingatkan kepada manusia yang masih hidup akan datangnya kematian, bahwa pada saat yang telah ditentukan akan datang ajalnya sesuai dengan kodrat yang telah ditetapkan bahwa semua makhluk yang hidup akan mengalami kematian.
  2. Untuk memohonkan doa kepada Allah SWT agar arwah yang di dalam kubur tersebut diampuni segala dosa dan kesalahannya, dan ditempatkan pada tempat yang layak di sisi-Nya.

 



2.  Munggahan

Munggahan adalah tradisi yang masih sangat sering dilakukan oleh Masyarakat desa menjelang bulan Ramadhan. Menurut Wikipedia, Munggahan berasal dari Bahasa Sunda unggah yang berarti naik, yang bermakna naik ke bulan yang suci atau tinggi derajatnya. Tradisi ini dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, juga sebagai ajang untuk membersihkan diri dari perilaku buruk selama setahun sebelumnya. Namun meskipun desa tempat saya tinggal bukanlah berada di sunda (bandung),  Desa tempat saya tinggal berada di provinsi Lampung lebih tepatnya di sebuah kota kecil yang bernama kota Metro yang mana kebanyakan dari masyarakat nya adalah terdiri dari beraneka ragam macam suku budaya, diantaranya adalah suku sunda, jawa, lampung, palembang, dll. Tapi munggahan adalah merupakan tradisi atau kebiasaan yang telah menjadi sebuah kegiatan rutin yang biasa dilakukan di lingkungan tempat saya tinggal terutama saat bulan syaban (menjelang bulan Ramadhan).

 

Prosesi munggahan umumnya biasa dilaksanakan dengan cara berkumpul di suatu tempat (bisa dirumah ataupun di tempat wisata), berdoa bersama, makan bersama – sama keluarga / kerabat / dengan warga masyarakat di lingkungan tempat tinggal, kemudian ditutup dengan saling bermaaf – maafan atau saling berinfaq sedekah yang nantinya kemudian akan di sumbangkan pada orang – orang yang membutuhkan.

 

      Tradisi munggahan sendiri memiliki tujuan diantaranya adalah

  1. Bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas berbagai nikmat terutama nikmat kesehatan dan juga nikmat berupa umur panjang sehingga bisa bertemu kembali dengan bulan suci Ramadhan.
  2. Sebagai ajang untuk menyambung tali silaturahmi antar sesama anggota keluarga, sesama kerabat atau dengan masyarakat di lingkungan di tempat tinggal.
  3. Sebagai momen untuk saling bermaaf – maafan, dengan berkumpul dan bersilaturahmi menjadikan kegiatan munggahan juga dijadikan sebagai momen untuk saling bermaaf - maafan.
  4. Mendapatkan ridho Allah SWT , keberkahan dan pahala yang besar karena kegiatan sedekah munggahan yang dilakukan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar