Selasa, 27 Februari 2024

Penyakit "Rawan" pada Anak - anak

Apa sih penyakit rawan yang terjadi pada anak?  

Penyakit rawan pada anak adalah penyakit yang sering kali terjadi pada anak dan sifatnya berulang.

Ehmmm,,, anak – anak dengan rata - rata usia bayi sampai usia sekolah dasar, rawan sekali dengan sakit yang namanya batuk dan pilek, virus yang satu ini demen banget nempel sama anak - anak, Mana mah kalo nyerang tuh nggak jarang seringnya keroyokan bebarengan batuk + pilek duet maut, mana mah kalo pergi nggak lama balik lagi – balik lagi, gitu terus.. Sakit batuk dan pilek tuh paling bandel dan susah bener kalau di suruh pergi dan jangan kembali, dia nggak bisa banget pergi untuk selamanya dari anak - anak, hehehe.....

Biasanya batuk dan pilek disebabkan oleh perubahan cuaca atau tertular dari anak lain yang sedang sakit. Apalagi anak – anak yang biasanya senang memasukkan benda-benda atau tangannya yang kotor ke dalam mulut, maka yang terjadi kemudian virus jadi gampang masuk ke dalam tubuh mereka.

Sakit batuk pilek ini terlihat sepele, tapi jika dibiarkan tanpa pengobatan dalam waktu lama bisa mengakibatkan penyakit yang lebih serius. Meski umumnya tidak berbahaya, namun batuk pilek dapat mengganggu aktivitas dan istirahat anak - anak, yang mana pada keseharian aktifitas anak - anak, mereka aktif dan ceria tetapi karena sakit batuk pilek anak - anak jadi terlihat lesu, tidak bersemangat bahkan tak jarang anak - anak jadi kehilangan nafsu makannya. Jika sudah seperti itu kita sebagai orang tua pasti kita akan merasa sedih, khawatir dan sangat ingin buah hati kita bisa segera kembali sehat lagi. 

Oleh karena itu sebagai orang tua sudah seharusnya bila mengetahui anak - anak sedang batuk pilek kita harus segera melakukan penanganan pertama untuk mengobati keluhan yang dirasakan pada anak – anak agar mereka tetap nyaman tidak rewel.

Menurut Haloodoc.com berikut ini adalah penanganan mandiri yang bisa dilakukan oleh orang tua ketika dirumah sebagai bentuk perawatan anak saat sakit batuk dan pilek adalah sebagai berikut :

1. Gunakan pelembap udara

Udara yang lembap dapat mengencerkan lendir sehingga anak bisa bernapas lebih mudah. Tempatkan pelembab udara di dekat tempat tidur, tapi jangan terlalu dekat dengan anak. Pastikan untuk membersihkan dan mengeringkannya setiap hari untuk mencegah kontaminasi bakteri atau jamur. 

2. Perbanyak Istirahat

Istirahat dapat membantu tubuh anak untuk melawan infeksi, terutama saat ia demam. Sebaiknya jangan biarkan anak bermain atau beraktivitas terlalu berat untuk mempercepat pemulihan.

3. Berikan asupan cairan yang cukup

Minum Air putih yang cukup, jus, sup, dan cairan bening lainnya dapat membuat si kecil tetap terhidrasi. Kurang lebih Mendapatkan asupan cairan juga dapat melonggarkan dan mengencerkan lendir. Hal tersebut membantu membersihkan saluran hidung anak. Selain itu, batuk dan aliran napas hidung bisa terasa lebih baik dan mudah setelahnya. Uap dari sup juga dapat menenangkan batuk dan meredakan tekanan sinus.

4. Berkumur dengan air garam

Berkumur dengan larutan garam dapat meredakan sakit tenggorokan. Cobalah untuk berkumur dengan air garam hangat sebanyak sekali atau dua kali sehari untuk pemulihan.

5. Minum madu

Untuk meredakan batuk, berikan anak satu sendok teh madu sesuai kebutuhan. Namun, hindari memberikan madu pada bayi, karena berisiko pada kondisi yang disebut botulisme infantil. Anak yang lebih besar dapat meminum 1 hingga 3 sendok teh madu secara langsung atau mencampurnya dengan segelas air putih.

6. Gunakan uap hangat

Udara hangat dan lembap dapat meredakan hidung tersumbat dan batuk. Orang tua dapat mengubah kamar mandi menjadi ruang uap dengan menyalakan air panas dan menutup pintu. Duduklah di kamar mandi bersama anak selama sekitar 15 menit.

7. Gunakan minyak esensial

Produk herbal ini semakin populer dan beberapa mungkin efektif meredakan batuk atau nyeri otot saat dioleskan ke kulit atau disemprotkan ke udara. Namun, sebaiknya tetap bicarakan terlebih dulu pada dokter sebelum menggunakan minyak esensial. Sebab, tidak semua minyak aman untuk anak dan dosisnya tidak diatur.

 

Beberapa langkah diatas sudah pernah saya lakukan di rumah ketika anak - anak sedang mengalami sakit batuk dan pilek, alhamdulillah semua tindakan itu sangat membantu meringankan gejala batuk dan pilek yang anak - anak saya rasakan, meskipun tak jarang saya juga akhirnya pergi ke klinik kesehatan untuk minta diberikan obat oleh dokter ahli kesehatan. 

Oiy, beberapa waktu lalu di social media instagram dan Tik Tok ramai jadi bahan perbincangan obat batuk herbal alami yang terbuat dari pir kukus dan jahe, karena penasaran saya pun mencari tahu khasiat dari pir kukus dengan jahe tersebut, kemudian saya mencoba mempraktikkan nya dirumah. 

Dan setelah saya mencari tahu, berdasarkan dari keterangan RS Alirsyad surabaya ternyata buah pir memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan tubuh diantara nya yaitu buah pir memiliki kandungan kalori yang rendah, di lansir dari kementerian kesehatan, didalam buah pir terdapat vitamin C, vitamin K, vitamin B, potasium, asam folat, magnesium, dan serat. Oleh karena itu Rutin mengonsumsi buah pir baik bagi kesehatan pencernaan, dengan memenuhi serat harian maka sistem pencernaan akan sehat dan terhindar dari penyakit dalam usus. Selain itu, kandungan vitamin yang banyak mampu meningkatkan daya tahan tubuh. Bahkan mampu mencegah peradangan dan proses penyembuhan lebih cepat. 

Sedangkan untuk jahe memiliki kandungan flavonoid pada jahe yakni sebagai sifat antiperadangan. Dalam Jahe juga terkandung berbagai komponen bioaktif yang mampu memberikan efek pemulihan pada tubuh. Komponen tersebut adalah gingerol dan shogaol yang bersifat antiradang, antimikroba serta antioksidan. 

Sehingga perpaduan dari pir kukus dengan jahe sebagai obat batuk adalah perpaduan yang PAS. 

Untuk membuat Pir Kukus Jahe saya juga menambahkan cengkeh pada bahan - bahan nya (Kenapa saya memakai cengkeh, karena vitamin dan mineral yang terkandung dalam cengkeh, seperti vitamin A, vitamin C, vitamin E, vitamin K, kalium, mangan, kalsium, magnesium, natrium, dan zinc, juga berperan dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Selain itu pada cengkeh juga terdapat Salah satu kandungannya yang paling penting adalah eugenol, senyawa dengan sifat antimikroba, analgesik, dan antiinflamasi, yang telah digunakan secara tradisional untuk meredakan nyeri gigi dan masalah pernapasan) sumber : umsu.ac.id


Resep Pir kukus jahe cengkeh ala saya adalah sebagai berikut, 

- Siapkan bahan - bahan, disini saya memakai 1 buah Pir, 2 ruas jahe dan 3 biji cengkeh.

Cara Membuat : 

  1. Bersihkan jahe, cengkeh dan buah pir. 
  2. Potong potong buah pir menjadi 8 potong atau sesuai selera.
  3. Kupas jahe dan geprek. Didihkan air, rebus bersama pir dan cengkeh.
  4. Sajikan selagi hangat. 

Rasa dari pir kukus jahe ini manis pedas hangat segar, nikmat sekali untuk membantu meredakan batuk dan menyegarkan tenggorokan, anak - anak saya alhamdulillah mau mencoba makan, meskipun agak kepedasan tapi karena ada rasa sumer manis nya dari si buah pir jadi tetap di makan sampai habis, alhamdulillah... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar