Seharian ini cuaca Metro mendung gerimis, Hanya sebentar matahari muncul, tapi lumayan lah bisa bikin jemuran kemarin sore jadi kering, Meskipun keringnya bukan kering kerontang. Cuaca mendung memang paling enak untuk ngemil dengan cemilan pedas dan berkuah, kalau diturutin nih mulut maunya cuma ngemil - nguyah terus seharian, tapi untung saja nafsu makan ini masih bisa saya kendalikan dengan sepenuh hati, Malu setiap memandang kaca pipi semakin terlihat chuby, Apalagi untuk ukuran baju yang dulunya size S bergerak perlahan sekarang berpindah ke ukuran size L, apalagi ketika saya berdiri diatas timbangan sungguh rasanya pengen banget digeser ke kiri tuh si jarum timbangan, biar nggak terus bergerak ke kanan, Kadang yang saya heran padahal setiap hari saya tuh bergerak, mengerjakan semua pekerjaan rumah dari dalam rumah sampai halaman juga (saya kerjakan tanpa bantuan asisten rumah tangga, kalo suami ada hanya dengan bantuan suami saja), jadi sebenernya saya dirumah tidak cuma gegoleran atau bersantai dengan menonton tv apalagi drakor, boro - boro mau nonton drakor atau menonton acara kesukaan di tv semua sudah terbajak oleh para bocah kesayangan, yang mana mereka akan lebih dulu start untuk menonton drama kartun kesayangan, Tapi mungkin memang sudah waktunya untuk saya memiliki badan yang agak besar dari yang dulu, bukan saya pasrah dengan keadaan, saya masih tetap memantau semua angka timbangan, selama masih dalam batas normal, saya tidak menjadikan angka timbangan sebagai beban pikiran, saya takut sakit, kasian anak - anak dan suami. Yang pasti saya selalu mengusahakan untuk berolahraga yaitu olah raga ringan yang bisa dilakukan dari rumah sambil menjaga balita, Sesekali saya melakukan workout dengan melihat dari aplikasi gratis, tapi tak jarang juga mengarang bebas semau saya bergerak saja yang penting keluar keringat, Pokoknya niat bismillah untuk sehat.
Cuaca mendung dengan gerimis itu selain bikin perut jadi kelaperan terus juga jadi bikin males buat melakukan aktifitas, tapi sebagai ibu dengan anak usia 7 tahun dan balita 3 tahun, males beaktifitas tidak lah mungkin karena kan dapur harus tetap ngebul, kompor harus tetap menyala, makanan utama harus tetap tersaji bahkan kadang kala cemilan pun juga harus disediakan agar mereka tetap betah berada didalam rumah dan nggak geger minta bermain keluar rumah saat diluar sedang turun hujan atau panas terik. Masyaallah…
Begitulah nikmatnya menjadi ibu, dalam keadaan apapun selalu ada yang membutuhkan dan merindukan, tidur selalu tidak bisa lega apalagi sesuka hati, karena posisi tidur saja anak - anaklah yang menentukan, harus bagaimana dan seperti apa, Masyaallah indah sekali bukan.. Teringat dulu ketika usia saya masih 18 tahun, saat itu saya masih berkuliah di sebuah akademi kesehatan, setiap kali selesai pulang dari praktek ketika di jalan pulang menuju kembali asrama saya akan berandai - andai untuk ingin sekali bisa segera menikah dan memiliki anak, saat itu saya berkeinginan untuk bekerja dari rumah sebagai ibu rumah tangga. dan ketika andai - andai itu saya ceritakan pada almarhumah ibu atau papa, mereka selalu bilang "kerja dulu toh, sayang udah kuliah masa langsung nikah terus cuma mau dirumah saja, cari penglaman kerja dulu". ketika mendengar jawaban almarhumah ibu dan papa saat itu saya tidak marah, apalagi sedih, karena memang andai - andai yang saya ceritakan saat itu hanyalah sebuah andai - andai yang saya rasa saat itu sejatinya hanyalah keinginan sesaat karena memang begitu banyak sekali andai - andai keinginan yang menjadi daftar di buku catatan harian, yang mana masih sering berubah - ubah semau gue (istilahnya mah begitu).
Namun Maha Sempurna Allah SWT atas segala sesuatu yang terjadi yang maha mengetahui atas segala sesuatu,
Dalam Q.S Al-Hujarat ayat 18 Allah SWT berfirman :
اِنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ غَيْبَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَاللّٰهُ بَصِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
Artinya : “Sungguh, Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”
Dan siapa sangka di tahun 2019 akhir tepatnya di bulan desember saya benar - benar mengambil keputusan besar dalam hidup, yang tak lain adalah saya memutuskan resign / berhenti dari Rumah Sakit tempat saya bekerja dan kemudian menjadi ibu rumah tangga, kepada suami dan papa saya meminta izin (meskipun saya tahu papa memberikan izin dengan separuh hati tapi saya tetap pada keyakinan saya saat itu) Kepada ibu, saya izin ketika takziah ke pemakaman ibu. Kalau suami alhamdulillah selalu berada di garda terdepan membela saya, apapun yang menjadi pilihan saya, selagi pilihan itu baik dan menjadi kebahagian untuk saya dia akan selalu mendukung dan mengabulkan.
Dan ternyata ketika sudah dijalani, saya sangat menikmati sekaligus menyukai peran baru yang saya jalankan, saya menjalaninya dengan rasa bahagia dan penuh rasa syukur meskipun di awal ada keraguan di hati, apakah saya mampu menjadi ibu rumah tangga yang baik, bahkan pernah rasa bosan sesekali melintas menghinggapi pikiran, pernah menyesal karena sudah resign, pernah juga rasa insecure hinggap di hati dan kepala kemudian menginap sampai berbulan - bulan, tapi kemudian saya sadar, dan saya tak ingin terkalahkan dari rasa yang merugikan untuk diri saya sendiri juga keluarga yang saya cintai, saya berjuang untuk kembali bangkit dari keterpurukan itu, saya mulai mencari jati diri, apa yang dapat saya kerjakan dari rumah (yang bisa membuat saya sibuk, sehingga pikiran buruk saya dan kata - kata buruk dari orang lain tak lagi sempat mampir atau bersemayam lama). Saya harus mencari apa yang bisa membuat saya bahagia dan selalu bersemangat, Saya terus mencari dan akhirnya perlahan saya menemukan kegiatan harian yang selain saya sukai, membuat saya bersemangat juga menjadikan saya lebih percaya diri untuk menunjukkan diri saya di muka umum. Saya mulai belajar banyak hal dari rumah, saya mengikuti pelatihan yang di selenggarakan secara online di mulai dari pelatihan parenthing, pelatihan kursus memasak dari masakan nusantara sampai masakan dengan tema proses frozen food, pelatihan bebenah rumah, Pelatihan dari kementerian salah satunya pelatihan “sosial digital media marketing”, pelatihan kelas kursus merajut sampai pelatihan pengelolaan keuangan, kursus DIY, dll). Saya juga mengikuti beberapa komunitas untuk wanita / ibu diantaranya komunitas ibu profesional, bunda pintar dan komunitas mendongeng (read aloud) dll nya.
Dengan berada dirumah saya terus berusaha membangun bonding bersama anak - anak dan suami, Saya percayakan diri ini untuk menjadi guru bagi anak balita saya di jam 9.00 - 10.00 WIB, saya melakukan kegiatan pembelajaran home scholling (yang mana tema pembelajarannya saya buat sendiri tapi berdasarkan dari acuan tema home scholling online yang pernah saya baca dan ikuti), Meskipun kegiatannya masih jauh dari sempurna tapi selalu saya usahakan yang terbaik untuk balita kesayangan saya.
Di waktu gerimis hari ini Maha sempurna dan maha suci ALLAH SWT atas segala nikmat yang telah diberikan Nya, Allah izinkan saya untuk bermuhasabah diri dan satu hal yang selalu saya ingat, untuk terus selalu bersyukur atas sekecil apapun nikmat yang Allah SWT berikan, karena seperti apa yang Allah SWT firmankan dalam al- quran,
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (QS Al-Baqarah: 216).
Bismillahirrahmanirrahim,
Semoga kita (terutama saya prbadi) adalah menjadi pribadi yang selalu bersyukur dan berprasangka baik kepada Allah SWT, untuk apapun ujian allah, baik dengan kenikmatan maupun dengan keburukan, baik saat kelebihan maupun kekurangan.. Aamiin.
Metro, 19 Februari 2024

Tidak ada komentar:
Posting Komentar