Selasa, 13 Februari 2024

Aku Menjelang Pemilu 2024

Assallamuallaikum, wr wb Aku seorang ibu rumah tangga, Inilah curahan hatiku di hari tenang menjelang detik – detik pemilu tahun 2024, Bukan bermaksud apapun, ini hanyalah uneg - uneg ku sebagai ibu beranak dua yang lelah melihat perselisihan dimana – mana, bukan hanya di media sosial tapi juga di group keluarga, Terutama suasana di media sosial terlihat jelas begitu memanas nya sebagian pemain, Adanya perbedaan pilihan menjadikan bahan untuk diperdebatkan, mencari – cari kesalahan, Menjelek – jelekan, mencari kekurangan, (menutup mata bahkan hati untuk melihat dari sisi positif), Entah siapa yang memulai, biarkanlah.. tak usah dicari siapa dalangnya, Biarkan fakta yang bicara, Tak perlu saling serang apalagi sampai menjatuhkan, Membela boleh, tapi sewajarnya. Bukankah kita punya Tuhan, Tuhan tak mungkin diam bila nanti sampai terjadi kecurangan, Mungkin tuhan tidak bertindak dengan cepat, (sekarang juga), Bisa saja tuhan bertindak esok atau lusa, tak ada yang tahu, Hanya tuhan yang tahu, semua sudah diatur oleh Nya, Hukum Tuhan itu ada, percayalah. Siapa yang menanam kebaikan akan memperoleh kebaikan, Begitu pula jika menanam kejahatan, maka hanya keburukan lah yang akan di dapatkan, Lagipula bukankah semua sudah tertulis, Bila kita masih menerka – nerka, siapa pemenangnya? Tuhan pastilah sudah tahu siapa pemenangnya, Jodoh, rezeki, bahkan kematian semua sudah ditulis sejak 50.000 tahun sebelum manusia dilahirkan di bumi. Jadi, sekarang adalah waktunya kita untuk bersungguh – sungguh dalam berdoa dan berusaha dengan cara yang baik, Agar pemimpin yang kita idamkan, yang sedang kita perjuangkan kemenangannya perjalanannya dimudahkan dan dilancarkan oleh tuhan, dijauhi dari segala kebathilan duniawi, dan bila sudah menjadi pemimpin kelak bisa menjadi pemimpin yang adil, sidiq , Amanah, tablig dan fathonah Tugas dan kewajiban kita adalah mengusahakan, mengkampanyekan dengan cara yang jujur, damai dan baik tanpa menyerang, mencela apalagi sampai menjatuhkan, Rasa fanatik seringkali membawa kericuhan, Menyayangkan perselisihan, Marah karena perbedaan? Seperti lupa bahwa negara kita adalah negara demokrasi, Ditegaskan dalam Pasal 1 ayat (2) yang berbunyi bahwa kedaulatan ada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-undang Dasar 1945, Bukankah berbeda itu suatu hal yang lumrah lagi wajar, Mengapa harus bersitegang dan berselisih paham sedangkan tujuan nya adalah sama, mencari pemimpin untuk indonesia, Bila diatas panggung adalah lawan, maka di balik panggung adalah teman, itu sudah harus. Dan yang disayangkan ketika sudah terjadi perselisihan adalah muncul rasa baper yang dalam, rasa panas hati membuncah merambat sampi ke dada naik ke kepala kemudian menyebar keseluruh tubuh, lidah menjadi tak tertahan untuk tidak mengatakan hal buruk, sering kali juga dibarengi dengan tindakan perbuatan yang tidak baik. (bahkan terjadi saling serang). Padahal dari pada berselisih, mempertajam runcing perbedaan, Lebih baik kita bersatu, bersama – sama mengupayakan untuk menciptakan pemilu yang jujur dan damai, Dari dulu saya dan orangtua (papa) selalu berbeda pilihan tapi kami tak pernah meribetkan apalagi memperdebatkan, karena sejatinya meskipun kita berbeda pilihan tapi tujuan kita tetap satu yaitu mencari sosok pemimpin yang ideal, Semoga saat acara pemilu besok, semua rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan jujur, lancar, aman dan damai. Tak ada kerusuhan, tak ada kecurangan, tak ada kebohongan, apalagi korban jiwa, Hasilnya nanti bagaimana, Semoga semua dapat menerima dengan berbesar hati, Dalam hal kemenangan maupun kekalahan, Untuk sebuah perubahan Indonesia yang lebih baik, Untuk kemajuan Indonesia, Untuk kemakmuran Indonesia, Indonesia Jaya, Aamiin Metro, 13 – 02 – 2024

Tidak ada komentar:

Posting Komentar